Beranda > BERITA, internet, ponsel, sains > Kenali Ponsel Anda dari IMEI-nya

Kenali Ponsel Anda dari IMEI-nya

11 Januari 2011

Coba buka bagian belakang ponsel Anda.03 Lepaskan baterainya. Cermatilah, Anda akan menemukan label berisi sederet nomor dan barcode. Nomor apakah itu?

Sebelum membahas lebih jauh, label yang terdapat di bagian belakang ponsel tersebut populer disebut Equipment Identity Register (disingkat EIR). EIR memuat beragam nomor identifikasi dan barcode. Salah satunya adalah nomor IMEI.

Label EIR yang beredar di dunia dibuat dalam 3 warna:
– Putih yang berarti Valid GSM Mobile Stations
– Abu-abu, berarti GSM Mobile Stations yang sedang ditrack
– Hitam, berarti Barred Mobile Stations

Apakah IMEI itu?

IMEI singkatan dari International Mobile Equipment Identity. Terdiri dari 15 kode digit. IMEI digunakan sebagai nomor identifikasi ponsel Anda. Di dalamnya terdapat informasi mengenai kode negara, kode assembling, kode manufaktur, dan serial number.

Selain dapat diidentifikasi di bagian belakang ponsel, nomor EMEI bisa diketahui dengan memencet kode *#06#. Jika nomor IMEI yang yang didapat berbeda dengan yang terdapat di EIR, bisa dipastikan ponsel Anda ‘asli tapi palsu’ atau telah mengaalami modifikasi IMEI. Hal ini termasuk illegal dan dapat dikenai tindak pidana.

IMEI juga dapat menjadi panduan Anda, terutama jika membeli ponsel bekas pakai. Dengan IMEI, Anda bisa mengetahui ‘status’ ponsel Anda, dimana dibuat, serta tahun produksinya.

Format IMEI
Format IMEI yang baku adalah 15 digit nomor yang diterjemahkan dalam format huruf AA BBBB CC DDDDDD E dimana:

AA Kode Negara
BBBB Kode Final Assembly
CC Kode Manufaktur
DDDDDD Nomor Serial
E kode tambahan

Gabungan AA dan BBB sering disebut sebagai Type Approval Code (TAC)

Kode manufaktur menunjukkan identitas perusahaan pembuat ponsel.Tiap vendor memiliki kode yang spesifik seperti tertera pada table berikut:

Kode Manufaktur Manufaktur
01,02 AEG
07 , 40 Motorola
10, 20 Nokia
30 Ericsson
40, 41, 44 Siemens
47 Option International
50 Bosch
51 Sony
51 Siemens
51 Ericsson
60 Alcatel
70 Sagem
75 Dancall
80 Philips
85 Panasonic

Bagaimana cara mengidentifikasi kode-kode lainnya seperti kode Negara dan final assembly? Panduan untuk kode-kode tersebut jarang kita temui, akan tetapi ada satu sebuah situs yang mungkin dapat membantu Anda memecahkan arti kode tersebut. Salah satunya adalah INP.

Identifikasi ponsel dan simcard dengan oleh INP
INP merupakan singkatan dari International Numbering Plans. INP merupakan spesialis di bidang perencanaan penomoran di bidang telekomunikasi. Mereka juga menyediakan beragam layanan untuk berbagai keperluan dan segmen pasar. Salah satunya adalah layanan Number Analysis Tool.


Layanan Number Analysis Tool mampu mennerjemahkan kode kode sekuen digital yang terdapat pada perangkat telekomunikasi diantaranya nomor telepon, IMSI, IMEI, nomor simcard serta nomor ISPC (international signalling point codes). Nomor-nomor tersebut di atas berkaitan dengan dunia seluler.
Untuk mengaksesnya, masuklah ke alamat website http://www.numberingplans.com/. Selanjutnya masuklah ke menu ‘Number Analysis Tools’ di bagian kiri halaman depan.

Ada 5 layanan analisis yang disediakan yaitu:
» Phone number analysis
» IMSI number analysis
» IMEI number analysis
» SIM number analysis
» ISPC number analysis

Sebagai contoh, jika Anda ingin mengetahui identitas nomor telepon Anda, masuklah ke menu Phone number analysis. Masukkan nomor ke dalam kolom yang tersedia dalam format internasional (+62 ). Kemudian tekan tombol analyse.
Sejenak kemudian akan muncul informasi berupa Negara tempat nomor tersebut disahkan, kota, serta operator Anda.


Untuk mengidentifikasikan nomor IMEI, caranya hampir sama. Masuklah ke menu IMEI Number analysis kemudian masukan nomor IMEI Anda. Selanjutnya tekan tombol analyze.


Informasi yang muncul berupa Mobile equipment atau model ponsel ANda, IMEI range issue, serta lokasi . Nah, jika Anda ingin cepat mengetahui informasi mengenai kartu SIM dan ponsel Anda, silakan gunakan situs ini.

Source: Tabloid Pulsa

%d blogger menyukai ini: