Beranda > KESEHATAN > Rayakan Lebaran Tanpa Gangguan Kolesterol

Rayakan Lebaran Tanpa Gangguan Kolesterol

23 September 2009

SALAH satu kendala yang muncul selama dan setelah Lebaran adalah tinggi atau meningkatnya kadar kolesterol. Itu karena orang “menyikat” apa saja yang enak dan berlemak.

Menurut dr Prasna Pramita, SpPD, dari Rumah Sakit Brawijaya, Jakarta Selatan, kolesterol adalah salah satu komponen lemak yang terdiri dari lemak jahat LDL dan lemak baik HDL.

Lemak merupakan salah satu zat gizi yang diperlukan tubuh di samping zat gizi lainnya, vitamin dan mineral. Lemak juga merupakan salah satu energi yang memberikan kalori paling tinggi dan merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk membentuk dinding sel.

Kelainan metabolisme lemak darah ditandai dengan mengginya kadar kolesterol darah (Hiperkolesterolemia), trigliserida (hypertrigliseridemia), atau kombinasi keduanya. Hiperkolesterolemia dapat mempertinggi risiko morbiditas dan mortalitas penyakit jantung, sedangkan hipertrigliseridemia meningkatkan kasus nyeri perut dan pankreatitis.

Sedangkan trigliserida adalah lipid yang merupakan kumpulan asilgliserol yang terdiri atas tiga asid lemak dan satu gliserol. Dan dihasilkan oleh karbohidrat dan makanan yang kemudian disimpan dalam tisu lemak apabila dibawa melalui kelas lipoprotein, yaitu VLDL (very low density lipoprotein).

Faktor Penyebab

Berdasarkan jenisnya, hiperlipidemia (tingginya kadar kolesterol, trigliserida maupun keduanya) dalam darah) dapat dibagi menjadi, hiperlipidemia primer banyak disebabkan oleh kelainan genetik. Biasanya kelainan ini ditemukan pada waktu pemeriksaan laboratorium. Pada umumnya tidak ada keluhan, kecuali sudah tampak adanya xantoma atau penumpukan lemak di bawah jaringan kulit.

Hiperlipidemia sekunder, yaitu peningkatan kadar lipid darah karena disebabkan oleh penyakit, misalnya diabetes mellitus, gangguan tiroid, penyakit hepar dan ginjal. Penyakit ini reversible (berulang).

Sedangkan kolesterol dibagi menjadi beberapa bagian, yakni LDL (Low Density Lipoprotein), HDL (High Density Lipoprotein), total kolesterol dan trigliserida. LDL mengangkut kolesterol melalui lipoprotein yang disebut dengan HDL, dan dibawa kembali ke hati yang selanjutnya akan diuraikan lalu dibuang ke dalam kantung empedu sebagai asam atau cairan empedu. Dalam hal ini LDL lebih banyak lemak daripada HDL.

LDL dianggap lemak jahat karena dapat menyebabkan kolesterol di dinding pembuluh darah. Sedangkan HDL dianggap lemak baik karena membersihkan kelebihan kolesterol dari dinding pembuluh darah dengan mengangkutnya kembali ke hati. “Protein utama yang membentuk LDL, adalah Apo-B. Sedangkan protein utama yang membentuk HDL adalah Apo-A,” terang dr Prasna.

Pola Makan

Makanan sehat adalah makanan tinggi serat dan tidak mengandung kadar lemak yang tinggi, tidak mengandung alkohol dan gula yang berlebihan. Minyak nabati tidak mengandung kolesterol. Minyak nabati masih dapat dikonsumsi asal tidak berlebihan.

Lemak yang terdapat dalam minyak nabati adalah lemak tak jenuh yang tidak menaikkan kadar kolesterol darah, bahkan menurut beberapa penelitian dapat menurunkan kadar kolesterol LDL.

Langkah pertama menangani kolesterol, menurut dr. Prasna, adalah melakukan pengaturan pola makan atau diet dan olahraga. Obat diperlukan jika setelah 1-2 bulan pengaturan pola makan dan olahraga tidak menunjukkan hasil maksimal untuk mengatasi kolesterol. Makanan yang mengandung kolesterol seperti gorengan dan santan kelapa sebaiknya dihindari saat mengonsumsi makanan di Hari Raya Lebaran.

Obat

Obat yang dapat dikonsumsi berupa asam fibrat, resin, penghambat HMGCCoa reduktase, asam nikotin dan ezetimibe. Obat yang termasuk dalam golongan asam fibrat adalah gemfibrozil, fenofibrate dan ciprofibrate. Gemfibrozil sangat efektif dalam menurunkan trigliserid plasma. Fibrate menurunkan produksi LDL dan meningkatkan kadar HDL. LDL ditumpuk di arteri sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung, sedangkan HDL memproteksi arteri atas penumpukan itu.

Obat antihiperlipidemik yang termasuk golongan resin adalah kolestiramin (cholestyramine). Obat antihiperlidemik ini mengikat asam empedu di usus dan meningkatkan pembuangan LDL dari aliran darah. Penghambat HMGCoareduktase antara lain pravastatin, simvastatin. Golongan ini menghambat pembentukan kolesterol dengan cara menghambat kerja enzim yang ada di jaringan hati yang memproduksi mevalonate. Mevalonate kolesterol dan derivat mevalonate.

Asam nikotinat (nicotinic acid) atau Niasin/vitamin B3 larut air. Dengan dosis besar, asam nikotinat meningkatkan HDL, atau kolesterol baik dalam darah. Sedangkan ezetimibe dapat menurunkan total kolesterol dan LDL juga meningkatkan HDL dengan cara mengurangi penyerapan kolesterol di usus. Obat-obat ini baru diberikan jika pasien memeriksakan diri ke dokter.

“Jika kadar kolesterol yang dialami Si pasien sudah terlanjur meninggi, secara serius perlu memperhatikan hal yang tadi sudah disebutkan dan menghindari faktor-faktor yang dapat memperburuk kesehatan,” ungkapnya. (Genie/Genie/nsa)

Sumber: Okezone

Kategori:KESEHATAN Tag:,
%d blogger menyukai ini: