Beranda > BERITA > LEDAKAN BOM HOTEL JW MARIOT KUNINGAN JAKARTA (17 JULI 2009)

LEDAKAN BOM HOTEL JW MARIOT KUNINGAN JAKARTA (17 JULI 2009)

17 Juli 2009

BOM MARRIOTT6Bagian depan Hotel JW Marriott, Kuningan, tepatnya di Restoran Plaza Mutiara mengalami rusak berat, dan hanya terlihat rangka-rangkanya. Hal ini menyusul ledakan yang terjadi menjelang pukul 07.50 pagi tadi.

Ledakan tersebut merupakan salah satu dari dua ledakan yang terjadi di kawasan Central Bussines District (CBD) Mega Kuningan. Satu ledakan lain terjadi beberapa menit sebelum ledakan di Marriott, di satu kafe Hotel Ritz-Carlton, masih di kompleks yang sama.

Kaca-kaca berhamburan di sepanjang badan jalan di kawasan yang padat dengan perkantoran dan sejumlah kedutaan besar negara sahabat tersebut. Beberapa pohon pun terlihat tumbang menyusul dua ledakan tersebut.

Sementara itu, para tamu hotel berhamburan ke jalan. Beberapa dari mereka masih mengenakan pakaian tidur dan baju mandi. Berdasarkan keterangan beberapa saksi, ada setidaknya lima orang berkebangsaan asing yang dilarikan ke rumah sakit. Kini, tim Gegana Polda Metro Jaya sudah melakukan penyisiran di lokasi ledakan.

Petinggi Freeport Korban Bom Mega Kuningan Diterbangkan ke Singapura
Adrianto Machribi dan David Potter, dua korban luka-luka dalam peristiwa ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Kuningan, Jumat (17/7), siap diterbangkan ke Singapura untuk memperoleh penanganan lanjut akibat luka-luka yang dialami.

Adrianto adalah mantan Presdir PT Freeport Indonesia, sedangkan David Potter adalah Vice President PT Freeport Indonesia. Menurut hasil rontgen, di tubuh keduanya ditemukan sejumlah serpihan logam dan kaca.

Keduanya baru saja berangkkat dari Ruang Unit Gawat Darurat RS Medistra menuju bandara internasional Soekarno-Hatta lalu diterbangkan ke Singapura. Pihak keluarga dua korban tak bersedia memberi keterangan mengenai kondisi korban dan alasan mengapa dirawat lebih lanjut ke Singapura

Secara terpisah manajer Pelayanan RS Medistra dr Anto kepada wartawan sore ini menyatakan sebenarnya kondisi dua pasien cukup baik, keduanya luka-luka di tangan dan wajah namun dalam kondisi sadar. “Sebenarnya kami bisa menangani tetapi kami memberi kesempatan kepada keluarga untuk memilih mau dilakukan perawatan dimana,” ujar Anto.

David tiba di RS Medistra pukul 10.30 dan merupakan rujukan dari RS Jakarta. Anto menolak menjawab posisi luka dan kondisi luka tersebut namun dari hasil foto diketahui ada serpihan benda asing di tubuh David.

Adapun soal Timothy pihak RS menyatakan ketika sampai di rumah sakit pada pukul 08.15 kondisinya sudah memburuk. Dokter kemudian memberi bantuan nafas buatan tetapi jiwanya tak tertolong. Timothy meninggal pukul 09.25.

Duh… Bambang Dua Kali Jadi Korban Ledakan JW Marriott
Bambang Triyanto (30) adalah salah satu korban luka dalam ledakan bom di Hotel JW Marriott hari Jumat (17/7) pagi tadi. Ternyata, ia juga adalah korban luka pada kasus peledakan bom di hotel yang sama tahun 2003.

Hingga sore ini, dia masih dirawat di Rumah Sakit Jakarta. “Ia adalah juga korban pada tahun 2003 di JW Marriott. Di sana ia adalah petugas keamanan,” kata Vivi, staf Humas Yayasan 58, pihak yang menangani korban-korban JW Marriott kepada para wartawan, Jumat di RS Jakarta.

Menurut Vivi, Bambang yang tinggal di Jalan Praja, Jakarta Selatan, itu saat kejadian berada di Lantai 1 JW Marriott. Ia sedang bersiap untuk gantian jaga. “Ia sempat pingsan saat kejadian. Tidak ada luka-luka. Hanya shock aja,” ujar Vivi.

Menurut pemantauan Kompas.com, Bambang yang tiba ke rumah sakit dengan mobil ambulans Rumah Sakit Daerah Koja tampak terpukul. Wajahnya pucat. Saat dibawa dengan kereta dorong, Bambang masih berpakaian lengkap, kemeja lengan panjang putih, celana panjang hitam. Jas dan dasi merah terpisah, tidak ia pakai.

Yang menarik, pada kedua tangannya yang mencengkeram tampak bekas luka bakar yang cukup parah. “Betul itu adalah luka di saat ia menjadi korban ledakan JW Marriott yang lalu,” ujar Vivi.

Terkait dengan bekas luka ini, Yanto membenarkan bahwa bekas luka tersebut berasal dari ledakan JW Marriott sebelumnya. Ia mengatakan, pada saat itu Bambang mengalami luka bakar sekujur badan. Ada daging yang hilang. “Proses penyembuhannya sekitar satu tahun di RS Pusat Pertamina,” kata Yanto.

Kemudian, ia menambahkan, saat ini Bambang yang belum berkeluarga akan dirawat inap selama dua hari. “Dia menghirup banyak asap dan badannya lemas. Selain itu ia juga trauma,” kata Yanto.

Lebih jauh, Vivi mengatakan bahwa Bambang ditangani dengan baik. “Alhamdulillah sudah baik. Depkes bertanggung jawab untuk penanganan awal, untuk biayanya. Sebentar lagi, Bambang akan dipindah ke ruang atas (ruang perawatan),” kata Vivi.

Hal tersebut dibenarkan Bambang sendiri. “Lumayan,” ketika ditanya wartawan dengan wajah yang terlihat terpukul saat keluar dari ruang rontgen. Bambang adalah korban ke-15, atau yang terakhir di RS Jakarta.

Ada beberapa data korban yang dikoreksi rumah sakit. Pertama, Edward Thielsen, koki berwarga negara Kanada semula diberitakan bekerja di Airlangga, ternyata di Sailendra Kitchen, JW Marriott.

Kedua, korban yang semula ditulis Adri (23) ternyata bernama Andri (23).

SBY: Hidup dan Mati Saya di Tangan Allah SWT
Jakarta – Presiden SBY memperkirakan pelaku peledakan bom di Hotel Marriott dan Rit Carlton adalah teroris, meski belum tentu pemain lama. Dia malah membeberkan ancaman-ancaman politik terkait Pilpres, termasuk ancaman sasaran tembak terhadap dirinya. Bagi SBY, hidup dan mati ada di tangan Tuhan.

“Hidup dan mati saya di tangan Alah SWT. Saya tidak terhalang untuk menjalankan tugas saya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan,” kata SBY dalam jumpa pers di Istana Presiden, Jakarta, Jumat (17/7/2009).

Sebelumnya, SBY menyampaikan ancaman-ancaman yang muncul belakangan ini: foto kepala SBY dijadikan sasaran tembak oleh kelompok teroris yang sedang berlatih menembak, ancaman revolusi bila SBY menang, ancaman agar SBY tidak dilantik sebagai presiden, dan ada ancaman menjadikan Indonesia seperti Iran.

SBY telah bersumpah menindak tegas para pelaku, otak, dan penggerak peledakan bom. SBY juga telah memerintahkan Polri dan lembaga penegak hukum untuk meneliti apakah bom di Marriott dan Ritz Carlton itu terkait dengan ancaman-ancaman politik itu atau tidak.

Untuk mencegah tindakan terorisme, SBY meminta semua masyarakat waspada. “Kepada rakyat Indonesia, saya minta, seraya meningkatkan kewapadaan, juga tetap menjalankan profesi-profesinya secara normal. Kalau melihat keganjilan, laporkan ke polisi. Jangan biarkan teroris berkeliaran di sekiling saudara. Saudara juga bisa jadi korban, kalau kaum teroris dibiarkan merancang lagi aksi terorisme di negeri ini,” pinta SBY.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia, komponen bangsa, marilah lebih bersatu menjaga keamanan dan kedamaian di negeri ini. Bangsa mana pun tidak membenarkan terorisme apa pun motif dan alasannya. Jangan ragu-ragu, jangan setengah hati, dan jangan takut untuk mencegah dan memebarantas terorisme. Sementara itu, aksi teror yang terjadi hari ini, jangan pula menghalang-halangi semangat dan upaya kita menbangun negeri ini,” sambung SBY.

Menurut dia, memang ada kerusakan akibat terorisme yang terjadi hari ini. “Tapi, mari bersama-sama kita perbaiki dan kemudian kita terus bangkit dan maju kembali. Kita bangsa, negara, dan rakyat tidak boleh kalah dan tidak boleh menyerah terhadap terorisme, tidak boleh membiarkan ekstremitas dan kejaatan lain terus tumbuh,” tegas SBY.

“Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, akan melindungi dan menyelamatkan bangsa Indonesia. Dan dengan memohon ridlo Allah SWT, saya sampaikan: Saya akan terus berada di depan, untuk menghadapi ancaman dan tantangan ini dan mengemban tugas yang berat, namun mulia ini,” kata SBY mengakhiri jumpa persnya.

SBY Kunjungi RS MMC Hanya 20 Menit
Seusai menjenguk pasien korban ledakan bom Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meninggalkan Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (MMC), Jakarta, sekitar pukul 15.05.

Kunjungan singkat SBY ini hanya berlangsung sekitar 20 menit. Sebelum meninggalkan RS MMC, SBY sempat menyampaikan pesannya ke pihak rumah sakit.

“Terima kasih semuanya. Berikan perawatan terbaik untuk menyelamatkan saudara-saudara kita semuanya,” kata SBY kepada jajaran staf RS MMC di depan berbagai media, baik dalam negeri maupun asing, Jumat (17/7).

Setelah menyampaikan pesan singkatnya, SBY lantas keluar gedung RS MMC. Di halaman luar, SBY kembali menyampaikan pesannya kepada masyarakat yang berkerumun ingin menyaksikan langsung kehadiran SBY di RS MMC. “Semuanya Assallamualaikum. Kita doakan semoga semuanya pada sehat ya,” tuturnya.

SBY langsung meninggalkan RS MMC menggunakan mobil Mercedes Benz berwarna hitam dengan nomor polisi B 1305 RFN.

Misteri Lolosnya Pelaku Masuk ke Dalam Hotel
Jakarta – Pemerintah harus mengakui meledaknya bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton menunjukkan sistem keamanan di Indonesia bobrok. Indonesia menanggung kerugian dampak bom yang menewaskan 9 orang itu.

“Sekarang masuk akal tidak? Security sistem di hotel kaya begini pelaku juga di dalam hotel,” ujar anggota Komisi I DPR Ali Mochtar Ngabalin saat meninjau Hotel JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (17/7/2009).

“Yang pasti sistem keamanan kita bobrok, wisatawan kita bubar. Kalau MU datang juga kacau, hancur saya punya tiket,”

Ngabalin meminta pemerintah memeriksa keterlibatan intelijen asing karena bobolnya sistem keamanan dalam negeri.

“Kalau merujuk kejadian di Freeport kemarin harus diperiksa ada keterlibatan intelijen asing,” imbuh anggota Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto ini.

Sementara itu, Ngabalin mengaku kecewa dengan pidato Presiden SBY yang mengatakan ada pihak-pihak yang kecewa dalam hasil Pilpres. “Tidak boleh seorang presiden bicara seperti itu,” kata dia buru-buru pergi.
(nik/iy)

70 Menit, Timothy McKay Bertarung Melawan Maut
Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, Presiden Direktur PT Holcim Indonesia Tbk Timothy McKay (60) sempat bertarung antara hidup dan mati sekitar 70 menit. Ketika dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Medistra, tim dokter mengakui kondisi Tim memang sudah kritis ketika dibawa pukul 08.15.

Tim dokter sempat memberikan resusitasi atau bantuan pernapasan sekitar 70 menit. Namun, akhirnya Tim menyerah pada pukul 09.25. “Ketika masuk kondisinya jelek. Kami berikan resusitasi, bantuan pernapasan, tapi meninggal,” tutur Manajer Pelayanan RS Medistra dr Albertus Anto dalam keterangan pers seusai Tim dibawa ke RS Polri Kramat Jati pada pukul 12.20.

Menurut Komisaris PT Holcim Indonesia Tbk Kuntoro Mangkusabroto, Tim meninggalkan keluarga yang berada di New Zealand, negara asalnya. Kuntoro memuji Tim sebagai orang yang berdedikasi penuh dalam pengembangan PT Holcim Indonesia Tbk. “Dia (Tim) sangat berdedikasi terhadap perusahaan,” ujar Kuntoro di sela-sela kunjungannya di RS Medistra.

Kuntoro mengatakan, dirinya merasa kehilangan dengan kepergian Tim. Tak ada firasat apa pun yang dirasakannya, padahal baru tadi malam mereka saling mengirimkan pesan singkat via telepon genggam. Rasa kehilangan juga disampaikan oleh Kapolsek Johar Baru Theresia Mastain. Theresia yang datang siang ini ke RS Medistra merasa sedih. Pasalnya, sekitar dua hari yang lalu, Theresia mengaku baru saja menghadiri acara perayaan ulang tahun Tim yang ke-60 di Hotel JW Marriott.

Gabriel Sudharma, pria yang mengaku sebagai sahabat dekat Tim, menyampaikan rasa dukacita yang mendalam terhadap kepergian Tim dan berharap ke depannya peristiwa seperti ini tidak akan terulang lagi. “Kita prihatin. Semoga peristiwa ini tidak terjadi lagi di negara kita,” ujar Gabriel.

3 Kemungkinan Motif Pengeboman
Jakarta – Sedikitnya ada 3 kemungkinan motif pengeboman di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton yang menewaskan 3 orang. Salah satu motif ada kaitannya dengan Pemilu Presiden (Pilpres).

“Menurut analisa saya, sebagai mitra kerja BIN di Komisi I DPR, ada 3 kemungkinan motif pelaku pengeboman,” kata Anggota Komisi I DPR Yuddy Chrisnandi kepada detikcom, Jumat (17/7/2009).

Menurut Yuddy, motif pertama adalah gerakan laten teroris yang memang sudah direncanakan sejak lama. Hanya saja pelaku mencari momentum yang tepat sehingga luput dari deteksi intelijen.

“Mereka melakukan pengeboman dengan menunggu waktu yang tepat, saat keamanan longgar,” kata Yuddy.

Kemungkinan motif kedua, lanjut Yuddy bisa saja terkait dengan gerakan perorangan atau kelompok baru yang tidak puas dengan situasi politik pasca Pilpres. Politisi muda Partai Golkar ini menduga pelaku lapangan dalam kasus bom Marriot dan Ritz Carlton ini cukup profesional karena berhasil menembus sistem keamanan yang ketat di kedua hotel tersebut.

“Saya meyakini ada mastermind di balik peledakan ini. Tugas BIN, Polri dan instansi Intelijen lain harus mengungkapnya,” pinta Yuddy.

Kemungkinan motif ketiga dari aksi pengeboman di kedua tempat strategis di Jakarta ini karena ada permainan agen asing untuk menciptakan kekacauan di Indonesia dengan tujuan membuat ketergantungan baru pemerintah kepada pihak asing.

Kejadian ini menurut Yuddy menunjukkan bukti nyata bahwa kinerja pemerintah melalui aparat intelijennya gagal menciptakan keamanan bagi warganya.

“Faktanya, pemerintah dalam hal ini aparat Intelijen dan Polri, telah gagal melindungi keselamatan warganya sehingga rasa ketakutan kini menebar di mana-mana dan berdampak negatif yang luas,” pungkas Yuddy. Mendiskusikan ledakan di Mega Kuningan? Gabung di sini. (yid/iy)

Kaki Remuk dan Perut Terburai akibat Ledakan
JAKARTA, KOMPAS.com — Ledakan di depan Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Kuningan, menyebabkan seorang warga negara asing terluka parah kakinya. Sementara itu, korban lain terlihat perutnya terburai.

“Ada bule kakinya remuk, lalu ada orang lain perutnya terbuka,” ujar Alex Asmasoebrata, pembalap nasional yang kebetulan sedang lari pagi di dekat lokasi kejadian. Korban terluka segera dibawa ke RS MMC Kuningan.

Menurut Alex, ledakan terjadi di sebuah kafe di Hotel Ritz-Carlton. Selisih 5 menit kemudian ledakan kedua terjadi di JW Marriott, tepatnya di dekat pintu masuk parkiran.

Mabes Polri Masih Lacak Kemungkinan Bom Bunuh Diri
Jakarta – Mabes Polri belum bisa memastikan apakah bom yang meledak di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton merupakan bom bunuh diri menyusul ditemukannya korban tewas tanpa kepala di lokasi bom. Mabes Polri masih melakukan pelacakan.

“Ya itu sedang dilacak. Yang jelas kalau ada perkembangan nanti akan kita beritahukan. Ini zamannya transparan kok,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Sukarna dalam jumpa pers di Kafe Belagio, Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (17/7/2009).

Pada kesempatan itu, Nanan meralat pernyataan Menko Polkam Widodo AS. Nanan menyatakan, bom Jumat pagi itu memiliki daya ledak rendah (low explosive) bukan high explosive seperti dinyatakan Menko Polkam.

“Bomnya yang benar low explosive. Tadi pagi kan belum ada olah TKP. Saya dapat dari olah TKP, jenisnya black powder sehingga itu termasuk golongan low explosive,” kata

Selain jenis bom, Nanan juga meralat waktu terjadinya ledakan bom. “Bom meledak di Marriott pukul 07.47 WIB, di Ritz Carlton 07.57 WIB,” kata Nanan.

Sebelumnya Menko Polkam Widodo AS mengatakan ledakan di Marriott terjadi pukul 07.45 WIB, sedangkan di Ritz Carlton pukul 07.47 WIB. Namun setelah dicek lewat CCTV hotel ternyata informasi itu tidak tepat.

Mengenai jumlah korban, Nanan juga meralat pernyataan Menko Polkam. Sebelumnya Menko Polkam mengatakan korban tewas mencapai 9 orang. Namun menurut Nanan yang benar jumlahnya 8 orang. Adapun korban luka mencapai 53 orang.

Satu korban tewas yang dipastikan sebagai warga negara asing (WNA) adalah Presdir PT Holcim Indonesia Timothy Mackay yang berkebangsaan New Zealand. Adapun 7 korban tewas lainnya masih dalam proses identifikasi dan belum bisa ditentukan kebangsaannya.

Inilah Nama 16 WNA Korban Bom
JAKARTA, KOMPAS.com — Hingga pukul 10.30 WIB, sebanyak 16 warga negara asing yang menjadi korban ledakan di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton, Jumat (17/7), dirawat di Rumah Sakit Metropolitan Medical Center (MMC) Kuningan.

Ke-16 nama warga negara asing tersebut adalah:
1. Giovanni
2. Hui Bosco Keung
3. Ibushi Asu
4. Jame Makkeba
5. Kevin
6. William
7. Noke Kiroyan
8. Peter
9. Scott Mirilles
10. Shweta Shukita
11. Simon Louis
12. Peter Van Wesel
13. Max Bon
14. Gary Ford
15. Cindy
16. James Castle

Data Ledakan Bom di Indonesia 2000-2009
Jakarta – Ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (17/7/2009), makin memperpanjang daftar ledakan bom di Indonesia. Berikut data ledakan bom di Indonesia sejak 2000-2009:

1 Agustus 2000

Bom meledak di Kedubes Filipina, Menteng. 2 orang tewas, 21 luka-luka.

13 September 2000

Bom meledak di lantai parkir Bursa Efek Jakarta

24 Desember 2000

Serangkaian bom meledak pada malam Natal di Jakarta, Bekasi, Sukabumi, Mataram, Pematangsiantar, Medan, Batam, dan Pekanbaru.

22 Juli 2001

Bom meledak di Gereja Santa Anna dan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Kawasan Kalimalang, Jakarta Timur. Lima orang meninggal dunia

31 Juli 2001

Bom yang meledak di Gereja Bethel Tabernakel Kristus Alfa Omega, Jl.Gajah Mada 114-118, Semarang.

23 September 2001

Bom meledak di Plaza Atrium Senen, Jakarta Pusat. Ledakan tersebut merusak beberapa mobil di pelataran parkir lantai dua gedung tersebut.

6 November 2001

Bom rakitan meledak di halaman Australian International School, Pejaten, Jakarta Selatan.

12 Oktober 2001

Bom meledak di restoran KFC Makassar.

12 Oktober 2002

Paddy’s Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian, Kuta, Bali diguncang bom. Dua bom meledak dalam waktu yang hampir bersamaan yaitu pukul 23.05 Wita. Lebih dari 200 orang tewas, 200 lebih lainnya luka berat maupun ringan.

Pada pukul 23.15 Wita, bom meledak di Renon, berdekatan dengan kantor Konsulat Amerika Serikat. Namun tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

3 Februari 2003

Bom rakitan meledak di lobi wisama bayangkari, Mabes Polri, Jakarta

27 April 2003

Bom meledak di bandara Soekarno Hatta. 2 orang luka berat.

5 Agustus 2003

Bom meledak di kawasan Hotel JW Marriot Mega Kuningan. Sebanyak 14 orang tewas.

10 Januari 2004

Bom meledak di Palopo, Sulawesi. 4 orang tewas.

9 September 2004

Ledakan dasyat (high explosive) terjadi di Kedubes Australia. Gedung-gedung pencakar langit di Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, yang berada di dekat Kedubes Australia juga hancur. Enam orang tewas.

12 Desember 2004

Bom meledak di Gereja Immanuel, Kota Palu.

28 Mei 2005

Bom meledak di Tentena, Poso, Sulawesi Tengah. 22 orang tewas.

8 Juni 3005

Bom meledak di halaman rumah Ahli Dewan Pemutus Kebijakan Majelis Mujahidin Indonesia, Abu Jibril di Pamulang Barat.

1 Oktober 2005

Bom meledak di Kuta Bali. 22 Orang tewas.

31 Desember 2005

Bom meledak di pasar di Palu, sulawesi Tengah.

10 Maret 2006

Ledakan bom di rumah penjaga Kompleks Pura Agung Setana Narayana di Desa Toini, Poso.

22 Maret 2006

Sekitar pukul 19.00 WITA, bom meledak di pos kamling di Dusun Landangan, Desa Toini, Kecamatan Poso Pesisir.

1 Juli 2006

Sebuah bom meledak di Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Eklesia Jalan Pulau Seram, Poso, Sabtu (1/7), sekitar pukul 22.15 Wita yang cukup keras hingga terdengar dalam radius tiga kilometer. Dilaporkan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan materiil.

3 Agustus 2006

Sekitar pukul 20.00 WITA, bom kembali meledak di Stadion Kasintuwu yang terletak tepat di samping Rumah Sakit Umum Poso.

18 Agustus 2006

Bom meledak di Poso

06 September 2006

Bom meledak di Tangkura, Poso Pesisir Selatan.

17 Juli 2009

Ledakan di Ritz Carlton dan JW Marriot. 9 korban tewas.

Kategori:BERITA Tag:,
  1. putra nkri
    18 Juli 2009 pukul 07:38

    Terror bom di jakarta sangat erat kaitannya dengan persaingan ekonomi diantara negara asia khususnya yang berdekatan dengan negara indonesia. Malaysia sangat berkepentingan dengan hancurnya perekonomian indonesia dengan mengirim para terroris – terroris yang telah dilatih diwilayahnya seperti Hambali, Nurdin M. Top). semenjak kejadian bom bali sampai sekarang, maka indonesia dinilai tidak aman sehingga para investor dan wisatawan akan berbondong-bondong ke Malaysia. maka perekonomian Malaysia tidak jadi bangkrut.

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: