<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Bukan semua, Tulisanku</title>
	<atom:link href="http://naylat3.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://naylat3.wordpress.com</link>
	<description>Sekedar Berbagi Informasi</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 04:18:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='naylat3.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/f2f643fa6968a478c16838d7271e2f46?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Bukan semua, Tulisanku</title>
		<link>http://naylat3.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://naylat3.wordpress.com/osd.xml" title="Bukan semua, Tulisanku" />
	<atom:link rel='hub' href='http://naylat3.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>BERPUASA DAN BERBUKA BERSAMA PENDUDUK NEGERI</title>
		<link>http://naylat3.wordpress.com/2011/07/29/berpuasa-dan-berbuka-bersama-penduduk-negeri/</link>
		<comments>http://naylat3.wordpress.com/2011/07/29/berpuasa-dan-berbuka-bersama-penduduk-negeri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2011 13:13:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abunayla</dc:creator>
				<category><![CDATA[as-sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[ahlussunnah]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[salafy]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naylat3.wordpress.com/?p=1277</guid>
		<description><![CDATA[Syaikh Abdul Aziz Bin Baaz Rahimahullah ditanya: Sesungguhnya saya berbuka puasa dihari terakhir bulan ramadhan di Irak setelah saya mendengar melalui radio siaran Arab Saudi bahwa hilal (syawal) telah terlihat, demikian pula melalui siaran Radio Suriah, dan yang lainnya. Maka saya pun berbuka puasa (menetapkan satu syawal) dibangun diatas hal tersebut. Perlu diketahui bahwa sayapun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naylat3.wordpress.com&amp;blog=7414240&amp;post=1277&amp;subd=naylat3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://naylat3.wordpress.com/2011/07/29/berpuasa-dan-berbuka-bersama-penduduk-negeri/ramadhan/" rel="attachment wp-att-1278"><img src="http://naylat3.files.wordpress.com/2011/07/ramadhan.jpg?w=600" alt="" title="ramadhan"   class="alignleft size-full wp-image-1278" /></a>Syaikh Abdul Aziz Bin Baaz Rahimahullah ditanya:</p>
<p>Sesungguhnya saya berbuka puasa dihari terakhir bulan ramadhan di Irak setelah saya mendengar melalui radio siaran Arab Saudi bahwa hilal (syawal) telah terlihat, demikian pula melalui siaran Radio Suriah, dan yang lainnya. Maka saya pun berbuka puasa (menetapkan satu syawal) dibangun diatas hal tersebut. Perlu diketahui bahwa sayapun tahu bahwa negeri tempat saya bermukim penduduknya masih melanjutkan puasanya. Bagaimana hukum hal ini? Apa yang menjadi sebab perselisihan kaum muslimin tentang bulan ramadhan?</p>
<p>Beliau menjawab:</p>
<p>Yang wajib bagimu untuk tetap bersama penduduk negerimu, jika mereka berbuka maka berbukalah bersama mereka, dan jika mereka berpuasa maka berpuasalah bersama mereka. Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam:<span id="more-1277"></span></p>
<p>الصَّوْمُ يوم تَصُومُونَ وَالْفِطْرُ يوم تُفْطِرُونَ وَالْأَضْحَى يوم تُضَحُّونَ</p>
<p>“Berpuasa adalah dihari kalian berpuasa, dan berbuka adalah dihari kalian berbuka, dan berkurban adalah dihari kalian berkurban”.</p>
<p>(HR.Tirmidzi:kitab ash-shaum, bab: ma jaa ash-shaumu yauma tashuumuun wal fithru yauma tufthiruun,no:697)</p>
<p>Dan perselisihan merupakan keburukan. Yang wajib bagimu untuk selalu bersama penduduk negerimu, jika kaum muslimin di negerimu telah berbuka maka berbukalah bersama mereka, dan jika mereka berpuasa maka berpuasalah bersama mereka.</p>
<p>Adapun sebab terjadinya perselisihan adalah karena sebagian terkadang telah melihat hilal sedangkan yang lain belum melihatnya, kemudian orang-orang yang melihat hilal tersebut dipercaya oleh yang lain dan merasa tenang dengannya lalu merekapun mengamalkan ru’yah tersebut, dan terkadang yang lain tidak percaya dengan ru’yah tersebut sehingga mereka tidak mengamalkannya, maka terjadilah perselisihan. Terkadang satu negeri telah melihatnya dan menjadikan itu sebagai ketetapan sehingga mereka berpuasa dengannya, sementara negeri yang lain tidak merasa cukup dengan ru’yah tersebut atau tidak mempercayainya, atau diantara negeri-negeri tersebut terjadi permusuhan, karena terkadang suasana politik cukup memberi pengaruh.</p>
<p>Maksud kami adalah yang wajib bagi kaum muslimin agar mereka berpuasa seluruhnya jika telah terlihat hilal berdasarkan keumuman sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam:</p>
<p>إذا رَأَيْتُمْ الْهِلَالَ فَصُومُوا وإذا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا</p>
<p>“Jika kalian melihat hilal maka berpuasalah dan jika kalian melihatnya maka berbukalah.”</p>
<p>(HR.Bukhari,kitab ash-shaum, bab: hal yuqaal ramadhaan aw syahru ramadhan,no:1900.Muslim, kitab ash-shiyaam, bab: wujub shaumi ramadhan liru’yatil hilaal,no:108)</p>
<p>Dan sabdanya:</p>
<p>صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا الْعَدَدَ</p>
<p>“Berpuasalah jika melihatnya dan berbukalah jika melihatnya, dan jika terhalangi oleh kalian mendung maka sempurnakanlah bilangan hari dibulan tersebut.”</p>
<p>(HR.Bukhari ,bab: qaulun nabi Shallallahu Alaihi Wasallam idza ra’itumul hilaal,no:1909. Muslim, kitabus shiyaam, bab: wujub shaumi ramadhan liru’yatil hilal,no:1081)</p>
<p>Hadits ini mencakup seluruh umat. Maka jika seluruh kaum muslimin merasa cukup dengan keabsahan terjadinya ru’yah, dan bahwa itu merupakan ru’yah yang hakiki dan sah. Maka yang wajib bagi kaum muslimin menetapkan puasa dan berbuka dengannya. Namun jika kaum muslimin berselisih –seperti kenyataan yang ada- dan sebagian kurang percaya kepada sebagian yang lain, maka wajib bagimu berpuasa bersama kaum muslimin di negerimu, dan berbuka bersama mereka, sebagai bentuk pengamalan terhadap sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam:</p>
<p>الصَّوْمُ يوم تَصُومُونَ وَالْفِطْرُ يوم تُفْطِرُونَ وَالْأَضْحَى يوم تُضَحُّونَ</p>
<p>“Berpuasa adalah dihari kalian berpuasa, dan berbuka adalah dihari kalian berbuka, dan berkurban adalah dihari kalian berkurban”.</p>
<p>(HR.Tirmidzi:kitab ash-shaum, bab: ma jaa ash-shaumu yauma tashuumuun wal fithru yauma tufthiruun,no:697)</p>
<p>Telah tsabit pula dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma bahwa ada seseorang yang mengabarkan kepada Beliau bahwa penduduk negeri Syam berpuasa pada hari jum’at, sementara penduduk Madinah berpuasa pada hari sabtu pada masa Ibnu Abbas yang merupakan generasi pertama. Maka Ibnu Abbas berkata:</p>
<p>“Kami melihat hilal pada hari sabtu, sehingga kami masih terus melanjutkan puasa hingga kami melihat hilal atau menyempurnakan jumlah bulan menjadi tigapuluh hari.”</p>
<p>Beliau tidak merasa cukup dengan ru’yah penduduk negeri Syam disebabkan karena jauhnya negeri Syam dari kota Madinah, dan Beliau melihat bahwa ini merupakan perkara ijtihad. Maka engkau punya contoh dari Ibnu Abbas dalam hal kamu berpuasa bersama penduduk negerimu dan berbuka bersama penduduk negerimu. Semoga Allah memberi taufik.</p>
<p>Adapun hari yang dia berbuka padanya (tidak berpuasa,pen), tidak perlu dia menggantinya, sebab itu bukanlah termasuk bulan ramadhan, sebab telah jelas bahwa itu tidak termasuk bulan ramadhan, namun jika seandainya dia tidak membatalkan puasanya maka hal itu lebih utama. Namun adapun dia sudah terlanjur berbuka, maka tidak perlu ia menggantinya, sebab telah jelas hari itu termasuk bulan syawal dan bukan ramadhan. Namun berpuasanya dia bersama penduduk negerinya dalam hal menjaga agar tidak terjadi perselisihan. Namun jika hal itu sudah terlanjur terjadi, maka tidak ada qadha atasnya –itulah yang kami yakini- sebab hal itu telah disaksikan oleh para saksi bahwa hari itu termasuk bulan syawal.”</p>
<p>(Dari fatawa Nur Ald- Darb, hal:1219</p>
<br />Filed under: <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/as-sunnah/'>as-sunnah</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/islam/'>islam</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a> Tagged: <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/ahlussunnah/'>ahlussunnah</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/islam/'>islam</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/puasa/'>puasa</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/ramadhan/'>Ramadhan</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/salafy/'>salafy</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/sunnah/'>sunnah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naylat3.wordpress.com/1277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naylat3.wordpress.com/1277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naylat3.wordpress.com/1277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naylat3.wordpress.com/1277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/naylat3.wordpress.com/1277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/naylat3.wordpress.com/1277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/naylat3.wordpress.com/1277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/naylat3.wordpress.com/1277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naylat3.wordpress.com/1277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naylat3.wordpress.com/1277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naylat3.wordpress.com/1277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naylat3.wordpress.com/1277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naylat3.wordpress.com/1277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naylat3.wordpress.com/1277/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naylat3.wordpress.com&amp;blog=7414240&amp;post=1277&amp;subd=naylat3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naylat3.wordpress.com/2011/07/29/berpuasa-dan-berbuka-bersama-penduduk-negeri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">naylat3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://naylat3.files.wordpress.com/2011/07/ramadhan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ramadhan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SIKAP SYAR&#8217;I SEORANG MUSLIM TERHADAP PEMERINTAHNYA</title>
		<link>http://naylat3.wordpress.com/2011/07/29/sikap-syari-seorang-muslim-terhadap-pemerintahnya/</link>
		<comments>http://naylat3.wordpress.com/2011/07/29/sikap-syari-seorang-muslim-terhadap-pemerintahnya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2011 12:48:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abunayla</dc:creator>
				<category><![CDATA[as-sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[ahlussunnah]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naylat3.wordpress.com/?p=1272</guid>
		<description><![CDATA[Tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan pemimpin sangat penting dalam sebuah negara atau pemerintahan. Tidak bisa dibayangkan betapa besarnya mafsadah (kerusakan) yang akan muncul ketika sebuah negara tanpa seorang pemimpin. Karena tabiat dasar manusia adalah suka berbuat zhalim, dan di lain sisi suka menuntut keadilan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya manusia pasti selalu berbuat zhalim [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naylat3.wordpress.com&amp;blog=7414240&amp;post=1272&amp;subd=naylat3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://naylat3.wordpress.com/2011/07/29/sikap-syari-seorang-muslim-terhadap-pemerintahnya/government/" rel="attachment wp-att-1274"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1274" title="government" src="http://naylat3.files.wordpress.com/2011/07/government.jpg?w=150&#038;h=144" alt="" width="150" height="144" /></a>Tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan pemimpin sangat penting dalam sebuah negara atau pemerintahan. Tidak bisa dibayangkan betapa besarnya mafsadah (kerusakan) yang akan muncul ketika sebuah negara tanpa seorang pemimpin. Karena tabiat dasar manusia adalah suka berbuat zhalim, dan di lain sisi suka menuntut keadilan.</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>“Sesungguhnya manusia pasti selalu berbuat zhalim dan pengingkaran.” (Ibrahim: 34)</p>
<p>Apa yang akan terjadi seandainya manusia hidup di muka bumi tanpa seorang pemimpin yang mengatur berbagai urusan mereka? Sungguh keadaan mereka tak beda dengan binatang liar di tengah hutan belantara atau ikan-ikan di lautan. Hukum rimba pun akan menjadi simbol kehidupan mereka; yang kuat akan memangsa dan menindas yang lemah.<span id="more-1272"></span></p>
<p>Al-Imam Ahmad rahimahullah berkata: “Akan terjadi fitnah (kerusakan) jika tidak ada seorang pemimpin yang mengatur urusan manusia.” (Diriwayatkan oleh Al-Khallal dalam kitab as-Sunnah 1/81)</p>
<p>Lihatlah keadaan masyarakat jahiliah sebelum diutusnya Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Gambaran masyarakat yang amburadul. Tidak ada pemimpin yang ditaati serta tidak ada rasa kepercayaan kepada pemimpin dari tiap individu masyarakat. Maka wajar bila yang nampak adalah tindakan kriminalitas di samping kesyirikan tentunya. Pembunuhan dan penyanderaan terjadi di mana-mana. Peperangan besar pun seringkali terjadi karena sesuatu yang remeh.</p>
<p>Kewajiban Taat Kepada Pemerintah</p>
<p>Diantara prinsip penting yang harus diyakini oleh setiap muslim adalah kewajiban taat kepada pemerintah dalam hal yang bukan kemaksiatan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan Rasul-Nya, dan Ulil Amri di antara kalian.” (An-Nisa’: 59)</p>
<p>Al-Imam an-Nawawi rahimahullah berkata: “Ulil Amri yang dimaksud adalah orang-orang yang Allah Subhanahu wa Ta’ala wajibkan untuk ditaati dari kalangan para penguasa dan pemimpin umat, inilah pendapat mayoritas ulama terdahulu dan sekarang dari kalangan ahli tafsir, fiqih, dan selainnya.”(Syarh Shahih Muslim 12/222)</p>
<p>Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah berkata: “Aku telah bertemu dengan 1000 orang lebih dari ulama Hijaz (Makkah dan Madinah), Kufah, Bashrah, Wasith, Baghdad, Syam dan Mesir….. Lantas beliau berkata: Aku tidak melihat adanya perbedaan diantara mereka tentang perkara-perkara berikut ini: -beliau sebutkan sekian perkara diantaranya kewajiban menaati penguasa.” (Syarh Ushulil I’tiqad Lalikai, 1/194-197)</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:</p>
<p>“Barangsiapa menaatiku berarti telah menaati Allah, barangsiapa menentangku berarti telah menentang Allah, barangsiapa menaati pemimpin (umat)ku berarti telah menaatiku, dan barangsiapa menentang pemimpin (umat)ku berarti telah menentangku.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah berkata: “Pada hadits ini terdapat keterangan tentang kewajiban menaati para penguasa dalam perkara yang bukan kemaksiatan. Adapun hikmahnya adalah untuk menjaga persatuan dan kebersamaan (umat Islam), karena pada perpecahan terdapat kerusakan.” (Fathul Bari 13/120)</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda:</p>
<p>“Wajib bagi seorang muslim mendengar dan taat (kepada penguasa) dalam hal yang disukai atau tak disukai kecuali jika diperintahkan untuk bermaksiat maka tidak boleh mendengar dan taat.” (HR. Al-Bukhari)</p>
<p>Tidak menaati penguasa dalam hal kemaksiatan bukan berarti boleh memberontak kepadanya atau tidak menaati seluruh perintahnya (meskipun dalam ketaatan).</p>
<p>Bagaimanakah Menyikapi Pemerintah yang Zhalim?</p>
<p>Jika seseorang telah diangkat sebagai pemimpin umat dan sah sebagai pemegang tampuk kekuasaan, maka wajib bagi seorang muslim selaku rakyat untuk menunaikan hak-hak pemimpin tersebut, walaupun ia sebagai seorang yang zhalim. Diantara hak yang harus ditunaikan itu adalah:</p>
<p>1. Taat kepadanya dalam hal yang bukan kemaksiatan</p>
<p>Salah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Wahai Rasulullah! Kami tidak bertanya kepadamu tentang ketaatan (kepada penguasa) yang bertaqwa, akan tetapi yang kami tanyakan adalah ketaatan terhadap penguasa yang berbuat demikian dan demikian (ia sebutkan kejelekan-kejelekannya). Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Bertaqwalah kalian kepada Allah, dengarlah dan taatilah (penguasa tersebut).” (HR. Ibnu Abi ‘Ashim dalam Kitab As-Sunnah 2/494)</p>
<p>2. Sabar atas Kezhalimannya</p>
<p>Sabar terhadap kezhaliman penguasa merupakan prinsip dasar Islam yang dibimbingkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan diterapkan oleh salafus shalih (pendahulu terbaik umat ini).</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:</p>
<p>“Barangsiapa melihat suatu hal yang tidak disenangi pada penguasanya, maka bersabarlah karena barangsiapa yang memisahkan diri dari jama’ah (kaum muslimin) sejengkal kemudian mati maka ia mati jahiliah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Al-Imam Ibnu Abil ‘Iz Al-Hanafi rahimahullah berkata: “Adapun kewajiban menaati mereka (penguasa) tetaplah berlaku walaupun mereka berbuat jahat, karena tidak menaati mereka dalam hal yang ma’ruf akIIan mengakibatkan kerusakan yang jauh lebih besar dari apa yang ada selama ini, dan di dalam kesabaran terhadap kejahatan mereka itu terdapat ampunan dari dosa-dosa serta (mendatangkan) pahala yang berlipat.” (Syarh Al-Aqidah Ath-Thahawiyah, hlm. 368)</p>
<p>Suwaid bin Gafalah rahimahullah berkata: “Telah berkata kepadaku Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu: “Wahai Abu Umayyah, mungkin aku tidak bertemu engkau setelah tahun ini, maka jika engkau dipimpin oleh seorang budak dari Habasyah (Ethiopia) yang cacat hendaknya engkau dengar dan taat padanya, walau ia memukulmu (secara zhalim) tetaplah sabar dan jika ia menginginkan sesuatu yang akan mengurangi agamamu, katakanlah: “Saya dengar dan taat dari jiwaku bukan agamaku”, dan janganlah engkau berpisah dari jama’ah.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf. Lihat Aqiidah Ahlil Islam Fiima Yajibu Lil Imam)</p>
<p>Ka’ab Al-Ahbar rahimahullah berkata: “Sultan (penguasa) adalah naungan Allah di bumi. Jika ia beramal ketaatan kepada Allah, baginya ajr (pahala) dan wajib bagi kalian untuk bersyukur. Jika ia berbuat maksiat, baginya dosa dan wajib bagi kalian untuk bersabar. Janganlah kecintaan kalian kepadanya menjerumuskan diri kalian ke dalam kemaksiatan dan jangan pula kebencian kepadanya mendorong kalian keluar dari ketaatan kepadanya.” (Diriwayatkan pula oleh Al-Imam At-Tirmidzi dalam kitabnya An-Nashihah Lirrā’i Warrā’iyah)</p>
<p>Sungguh kesabaran terhadap kezhaliman penguasa memiliki andil besar terciptanya keamanan serta terwujudnya kemaslahatan secara merata. Dan hal ini berat dilakukan kecuali bagi orang-orang yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berjalan di atas ilmu dan bimbingan ulama.</p>
<p>3. Menasehatinya dengan cara yang baik</p>
<p>Tentunya sabar terhadap kezhaliman penguasa tidak menafikan (menghilangkan) adanya nasehat dan teguran padanya. Karena nasehat dan teguran merupakan salah satu hak penguasa yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim. Selain itu nasehat dan teguran adalah pondasi agama yang dengannya akan kokoh agama ini. Terkhusus nasehat kepada para pemimpin sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:</p>
<p>“Agama ini adalah nasehat;…..(di antaranya) nasehat untuk pemerintah dan seluruh elemen umat.” (Muttafaqun ‘alaihi)</p>
<p>Adapun nasehat kepada penguasa maka mempunyai bentuk dan cara penyampaian tersendiri. Mengingat kondisi penguasa tak sama dengan rakyat biasa. Ketika nasehat tersebut disampaikan dengan cara yang tidak tepat atau salah maka mafsadah (efek negatif) yang muncul akan lebih besar dibanding terhadap rakyat biasa. Diantara cara menasehati penguasa yang dibimbingkan dalam Islam adalah:</p>
<p>- Menasehatinya dengan rahasia (tersembunyi)</p>
<p>Menasehati penguasa secara terang-terangan dihadapan khalayak ramai, tidak dibenarkan dalam Islam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:</p>
<p>“Barangsiapa yang ingin menasehati penguasa dengan sebuah nasehat, janganlah menyampaikannya secara terang-terangan, akan tetapi hendaklah ia mengambil tangannya dan bersendirian dengannya (berduaan untuk menasehatinya). Jika ia (penguasa tersebut) mau menerima nasehat maka itulah yang diharapkan, kalau tidak (menerima nasehat), maka sungguh ia (penasehat) telah menunaikan kewajibannya terhadap penguasa.” (HR. Ahmad)</p>
<p>Al-’Allamah As-Sindi rahimahullah berkata: “Nasehat terhadap penguasa hendaknya dilakukan secara tersembunyi, tidak terang-terangan dihadapan manusia.” (Hasyiah Al-Musnad)</p>
<p>Termasuk bagian dari nasehat kepada penguasa adalah mengingkari kemungkaran yang ada padanya. Namun semua itu harus dilakukan dengan penuh hikmah, tidak secara terang-terangan serta tetap menjaga wibawa penguasa tersebut. Demikian pula tidak sepantasnya menyebutkan kemungkaran atau kezhaliman penguasa dihadapan rakyat walaupun dengan dalih nasehat. Baik dalam bentuk ceramah, khutbah jum’at, tabligh akbar, ataupun melalui media cetak seperti majalah, surat kabar, buletin, dan lain-lain. Apalagi dengan menggelar demonstrasi yang jauh dari bimbingan Islam. Semua itu akan menimbulkan kebencian rakyat kepada penguasanya dan mendorong mereka untuk menentangnya.</p>
<p>- Tidak mengingkari kemungkaran yang ada dengan senjata (memberontak)</p>
<p>Tidak diragukan lagi bahwa mengangkat senjata (memberontak) kepada penguasa yang sah adalah tindakan separatis yang jelas-jelas menyelisihi Al-Qur’an dan as-Sunnah. Apapun alasannya, memberontak terhadap penguasa tidak bisa dibenarkan dalam Islam.</p>
<p>Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah ketika melihat seorang pemberontak di Kota Bashrah mengatakan: “Betapa kasihannya orang ini. Ia bermaksud mengingkari kemungkaran namun terjatuh pada sesuatu yang lebih mungkar (yaitu pemberontakan)” (Diriwayatkan oleh Al-Ajurri dalam Asy-Syari’ah. Lihat Aqiidah Ahlil Islam Fiima Yajibu Lil Imam)</p>
<p>Abul Bakhtari rahimahullah berkata: “Dikatakan kepada Hudzaifah Ibnul Yaman radhiyallahu ‘anhu; tidakkah anda memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar? Beliau menjawab: “Sungguh amar ma’ruf nahi mungkar adalah sebuah amal kebajikan, namun bukan merupakan sunnah (bimbingan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam) engkau mengangkat senjata kepada pemimpinmu.” (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Al-Jami’ Lisyu’abil Iman)</p>
<p>Demikianlah diantara prinsip Islam yang diwariskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan generasi terbaik umat ini dalam menyikapi penguasa, termasuk yang zhalim di antara mereka. Jika prinsip mulia itu diterapkan oleh semua elemen umat, niscaya akan terwujud persatuan dan kedamaian di seluruh negeri kaum muslimin. Sebaliknya, jika semua elemen umat mengikuti hawa nafsu dan perasaan, jauh dari bimbingan ilmu dan ulama, maka yang muncul adalah kekacauan, persengketaan dan akan berakhir dengan pertumpahan darah di antara kaum muslimin, wal’iyyadzubillah.</p>
<p>Akhir kata, mudah-mudahan hidayah ilahi senantiasa mengiringi kaum muslimin dan pemimpin-pemimpin mereka. Dengan harapan, menjadi satu kekuatan besar yang senantiasa berpijak dan berpihak di atas kebenaran Islam yang di bawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Amin..</p>
<p>http://www.buletin-alilmu.com/sikap-syari-seorang-muslim-terhadap-pemerintahnya</p>
<br />Filed under: <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/as-sunnah/'>as-sunnah</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/islam/'>islam</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a> Tagged: <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/ahlussunnah/'>ahlussunnah</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/islam/'>islam</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/pemerintah/'>pemerintah</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/sunnah/'>sunnah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naylat3.wordpress.com/1272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naylat3.wordpress.com/1272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naylat3.wordpress.com/1272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naylat3.wordpress.com/1272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/naylat3.wordpress.com/1272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/naylat3.wordpress.com/1272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/naylat3.wordpress.com/1272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/naylat3.wordpress.com/1272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naylat3.wordpress.com/1272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naylat3.wordpress.com/1272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naylat3.wordpress.com/1272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naylat3.wordpress.com/1272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naylat3.wordpress.com/1272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naylat3.wordpress.com/1272/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naylat3.wordpress.com&amp;blog=7414240&amp;post=1272&amp;subd=naylat3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naylat3.wordpress.com/2011/07/29/sikap-syari-seorang-muslim-terhadap-pemerintahnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">naylat3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://naylat3.files.wordpress.com/2011/07/government.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">government</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siapakah Wahhabi?</title>
		<link>http://naylat3.wordpress.com/2011/07/24/siapakah-wahhabi/</link>
		<comments>http://naylat3.wordpress.com/2011/07/24/siapakah-wahhabi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jul 2011 13:41:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abunayla</dc:creator>
				<category><![CDATA[as-sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[ahlussunnah]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[salafy]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[wahabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naylat3.wordpress.com/?p=1268</guid>
		<description><![CDATA[Dakwah salafiyyah yang berusaha mengajak umat ini kepada tauhid dan sunnah dicap sebagai Wahhabiyah. Julukan seperti ini diberikan oleh pihak-pihak yang tidak senang dengan dakwah kepada tauhidullah dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tentunya dengan maksud untuk menjauhkan umat darinya. Selubung Makar di Balik Julukan Wahhabi Di negeri kita bahkan hampir di seluruh dunia Islam, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naylat3.wordpress.com&amp;blog=7414240&amp;post=1268&amp;subd=naylat3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dakwah salafiyyah yang berusaha mengajak umat ini kepada tauhid dan sunnah dicap sebagai Wahhabiyah. Julukan seperti ini diberikan oleh pihak-pihak yang tidak senang dengan dakwah kepada tauhidullah dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tentunya dengan maksud untuk menjauhkan umat darinya.</p>
<p>Selubung Makar di Balik Julukan Wahhabi</p>
<p>Di negeri kita bahkan hampir di seluruh dunia Islam, ada sebuah fenomena ‘timpang’ dan penilaian ‘miring’ terhadap dakwah tauhid yang dilakukan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab At-Tamimi An-Najdi rahimahullahu[1]. Julukan Wahhabi pun dimunculkan, tak lain tujuannya adalah untuk menjauhkan umat darinya. Dari manakah julukan itu? Siapa pelopornya? Dan apa rahasia di balik itu semua …?</p>
<p>Para pembaca, dakwah Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab merupakan dakwah pembaharuan terhadap agama umat manusia. Pembaharuan, dari syirik menuju tauhid dan dari bid’ah menuju As-Sunnah. Demikianlah misi para pembaharu sejati dari masa ke masa, yang menapak titian jalan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabatnya. Fenomena ini membuat gelisah musuh-musuh Islam, sehingga berbagai macam cara pun ditempuh demi hancurnya dakwah tauhid yang diemban Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan para pengikutnya. Musuh-musuh tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut:<span id="more-1268"></span></p>
<p>1. Di Najd dan sekitarnya:</p>
<p>o       Para ulama suu` yang memandang al-haq sebagai kebatilan dan kebatilan sebagai al-haq.</p>
<p>o       Orang-orang yang dikenal sebagai ulama namun tidak mengerti tentang hakekat Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan dakwahnya.</p>
<p>o       Orang-orang yang takut kehilangan kedudukan dan jabatannya. (Lihat Tash-hihu Khatha`in Tarikhi Haula Al-Wahhabiyyah, karya Dr. Muhammad bin Sa’ad Asy-Syuwai’ir hal. 90-91, ringkasan keterangan Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz)</p>
<p>2. Di dunia secara umum:</p>
<p>Mereka adalah kaum kafir Eropa; Inggris, Prancis dan lain-lain, Daulah Utsmaniyyah, kaum Shufi, Syi’ah Rafidhah, Hizbiyyun dan pergerakan Islam; Al-Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, Al-Qaeda, dan para kaki tangannya. (Untuk lebih rincinya lihat kajian utama edisi ini/ Musuh-Musuh Dakwah Tauhid)</p>
<p>Bentuk permusuhan mereka beragam. Terkadang dengan fisik (senjata) dan terkadang dengan fitnah, tuduhan dusta, isu negatif dan sejenisnya. Adapun fisik (senjata), maka banyak diperankan oleh Dinasti Utsmani yang bersekongkol dengan barat (baca: kafir Eropa) -sebelum keruntuhannya-. Demikian pula Syi’ah Rafidhah dan para hizbiyyun. Sedangkan fitnah, tuduhan dusta, isu negatif dan sejenisnya, banyak dimainkan oleh kafir Eropa melalui para missionarisnya, kaum shufi, dan tak ketinggalan pula Syi’ah Rafidhah dan hizbiyyun.[2] Dan ternyata, memunculkan istilah ‘Wahhabi’ sebagai julukan bagi pengikut dakwah Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, merupakan trik sukses mereka untuk menghempaskan kepercayaan umat kepada dakwah tauhid tersebut. Padahal, istilah ‘Wahhabi’ itu sendiri merupakan penisbatan yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Arab. Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz berkata: “Penisbatan (Wahhabi -pen) tersebut tidak sesuai dengan kaidah bahasa Arab. Semestinya bentuk penisbatannya adalah ‘Muhammadiyyah’, karena sang pengemban dan pelaku dakwah tersebut adalah Muhammad, bukan ayahnya yang bernama Abdul Wahhab.” (Lihat Imam wa Amir wa Da’watun Likullil ‘Ushur, hal. 162)</p>
<p>Tak cukup sampai di situ. Fitnah, tuduhan dusta, isu negatif dan sejenisnya menjadi sejoli bagi julukan keji tersebut. Tak ayal, yang lahir adalah ‘potret’ buruk dan keji tentang dakwah Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, yang tak sesuai dengan realitanya. Sehingga istilah Wahhabi nyaris menjadi momok dan monster yang mengerikan bagi umat.</p>
<p>Fenomena timpang ini, menuntut kita untuk jeli dalam menerima informasi. Terlebih ketika narasumbernya adalah orang kafir, munafik, atau ahlul bid’ah. Agar kita tidak dijadikan bulan-bulanan oleh kejamnya informasi orang-orang yang tidak bertanggung jawab itu.</p>
<p>Meluruskan Tuduhan Miring tentang Wahhabi</p>
<p>1. Tuduhan: Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah seorang yang mengaku sebagai Nabi[3], ingkar terhadap Hadits nabi[4], merendahkan posisi Nabi, dan tidak mempercayai syafaat beliau.</p>
<p>Bantahan:</p>
<p>o       Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah seorang yang sangat mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Hal ini terbukti dengan adanya karya tulis beliau tentang sirah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, baik Mukhtashar Siratir Rasul, Mukhtashar Zadil Ma’ad Fi Hadyi Khairil ‘Ibad atau pun yang terkandung dalam kitab beliau Al-Ushul Ats-Tsalatsah.</p>
<p>o       Beliau berkata: “Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam telah wafat -semoga shalawat dan salam-Nya selalu tercurahkan kepada beliau-, namun agamanya tetap kekal. Dan inilah agamanya; yang tidaklah ada kebaikan kecuali pasti beliau tunjukkan kepada umatnya, dan tidak ada kejelekan kecuali pasti beliau peringatkan. Kebaikan yang telah beliau sampaikan itu adalah tauhid dan segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah subhanahu wata’ala. Sedangkan kejelekan yang beliau peringatkan adalah kesyirikan dan segala sesuatu yang dibenci dan dimurkai Allah subhanahu wata’ala. Allah subhanahu wata’ala mengutus beliau kepada seluruh umat manusia, dan mewajibkan atas tsaqalain; jin dan manusia untuk menaatinya.” (Al-Ushul Ats-Tsalatsah)</p>
<p>o       Beliau juga berkata: “Dan jika kebahagiaan umat terdahulu dan yang akan datang karena mengikuti para Rasul, maka dapatlah diketahui bahwa orang yang paling berbahagia adalah yang paling berilmu tentang ajaran para Rasul dan paling mengikutinya. Maka dari itu, orang yang paling mengerti tentang sabda para Rasul dan amalan-amalan mereka serta benar-benar mengikutinya, mereka itulah sesungguhnya orang yang paling berbahagia di setiap masa dan tempat. Dan merekalah golongan yang selamat dalam setiap agama. Dan dari umat ini adalah Ahlus Sunnah wal Hadits.” (Ad-Durar As-Saniyyah, 2/21)</p>
<p>o       Adapun tentang syafaat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau berkata -dalam suratnya kepada penduduk Qashim-: “Aku beriman dengan syafaat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dan beliaulah orang pertama yang bisa memberi syafaat dan juga orang pertama yang diberi syafaat. Tidaklah mengingkari syafaat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ini kecuali ahlul bid’ah lagi sesat.” (Tash-hihu Khatha`in Tarikhi Haula Al-Wahhabiyyah, hal. 118)</p>
<p>2. Tuduhan: Melecehkan Ahlul Bait</p>
<p>Bantahan:</p>
<p>o       Beliau berkata dalam Mukhtashar Minhajis Sunnah: “Ahlul Bait Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mempunyai hak atas umat ini yang tidak dimiliki oleh selain mereka. Mereka berhak mendapatkan kecintaan dan loyalitas yang lebih besar dari seluruh kaum Quraisy…” (Lihat ‘Aqidah Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab As-Salafiyyah, 1/446)</p>
<p>o       Di antara bukti kecintaan beliau kepada Ahlul Bait adalah dinamainya putra-putra beliau dengan nama-nama Ahlul Bait: ‘Ali, Hasan, Husain, Ibrahim dan Abdullah.</p>
<p>3. Tuduhan: Bahwa beliau sebagai Khawarij, karena telah memberontak terhadap Daulah ‘Utsmaniyyah. Al-Imam Al-Lakhmi telah berfatwa bahwa Al-Wahhabiyyah adalah salah satu dari kelompok sesat Khawarij ‘Ibadhiyyah, sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mu’rib Fi Fatawa Ahlil Maghrib, karya Ahmad bin Muhammad Al-Wansyarisi, juz 11.</p>
<p>Bantahan:</p>
<p>o       Adapun pernyataan bahwa Asy-Syaikh telah memberontak terhadap Daulah Utsmaniyyah, maka ini sangat keliru. Karena Najd kala itu tidak termasuk wilayah teritorial kekuasaan Daulah Utsmaniyyah[5]. Demikian pula sejarah mencatat bahwa kerajaan Dir’iyyah belum pernah melakukan upaya pemberontakan terhadap Daulah ‘Utsmaniyyah. Justru merekalah yang berulang kali diserang oleh pasukan Dinasti Utsmani.</p>
<p>Lebih dari itu Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mengatakan -dalam kitabnya Al-Ushulus Sittah-: “Prinsip ketiga: Sesungguhnya di antara (faktor penyebab) sempurnanya persatuan umat adalah mendengar lagi taat kepada pemimpin (pemerintah), walaupun pemimpin tersebut seorang budak dari negeri Habasyah.”</p>
<p>Dari sini nampak jelas, bahwa sikap Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab terhadap waliyyul amri (penguasa) sesuai dengan ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan bukan ajaran Khawarij.</p>
<p>o       Mengenai fatwa Al-Lakhmi, maka yang dia maksudkan adalah Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum dan kelompoknya, bukan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan para pengikutnya. Hal ini karena tahun wafatnya Al-Lakhmi adalah 478 H, sedangkan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab wafat pada tahun 1206 H /Juni atau Juli 1792 M. Amatlah janggal bila ada orang yang telah wafat, namun berfatwa tentang seseorang yang hidup berabad-abad setelahnya. Adapun Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum, maka dia meninggal pada tahun 211 H. Sehingga amatlah tepat bila fatwa Al-Lakhmi tertuju kepadanya. Berikutnya, Al-Lakhmi merupakan mufti Andalusia dan Afrika Utara, dan fitnah Wahhabiyyah Rustumiyyah ini terjadi di Afrika Utara. Sementara di masa Al-Lakhmi, hubungan antara Najd dengan Andalusia dan Afrika Utara amatlah jauh. Sehingga bukti sejarah ini semakin menguatkan bahwa Wahhabiyyah Khawarij yang diperingatkan Al-Lakhmi adalah Wahhabiyyah Rustumiyyah, bukan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan para pengikutnya[6].</p>
<p>o       Lebih dari itu, sikap Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab terhadapq kelompok Khawarij sangatlah tegas. Beliau berkata -dalam suratnya untuk penduduk Qashim-: “Golongan yang selamat itu adalah kelompok pertengahan antara Qadariyyah dan Jabriyyah dalam perkara taqdir, pertengahan antara Murji`ah dan Wa’idiyyah (Khawarij) dalam perkara ancaman Allah subhanahu wata’ala, pertengahan antara Haruriyyah (Khawarij) dan Mu’tazilah serta antara Murji`ah dan Jahmiyyah dalam perkara iman dan agama, dan pertengahan antara Syi’ah Rafidhah dan Khawarij dalam menyikapi para shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” (Lihat Tash-hihu Khatha`in Tarikhi Haula Al-Wahhabiyyah, hal 117). Dan masih banyak lagi pernyataan tegas beliau tentang kelompok sesat Khawarij ini.</p>
<p>4. Tuduhan: Mengkafirkan kaum muslimin dan menghalalkan darah mereka.[7]</p>
<p>Bantahan:</p>
<p>o       Ini merupakan tuduhan dusta terhadap Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, karena beliau pernah mengatakan: “Kalau kami tidak (berani) mengkafirkan orang yang beribadah kepada berhala yang ada di kubah (kuburan/ makam) Abdul Qadir Jaelani dan yang ada di kuburan Ahmad Al-Badawi dan sejenisnya, dikarenakan kejahilan mereka dan tidak adanya orang yang mengingatkannya. Bagaimana mungkin kami berani mengkafirkan orang yang tidak melakukan kesyirikan atau seorang muslim yang tidak berhijrah ke tempat kami…?! Maha suci Engkau ya Allah, sungguh ini merupakan kedustaan yang besar.” (Muhammad bin Abdul Wahhab Mushlihun Mazhlumun Wa Muftara ‘Alaihi, hal. 203)</p>
<p>5. Tuduhan: Wahhabiyyah adalah madzhab baru dan tidak mau menggunakan kitab-kitab empat madzhab besar dalam Islam.[8]</p>
<p>Bantahan:</p>
<p>o       Hal ini sangat tidak realistis. Karena beliau mengatakan -dalamq suratnya kepada Abdurrahman As-Suwaidi-: “Aku kabarkan kepadamu bahwa aku -alhamdulillah- adalah seorang yang berupaya mengikuti jejak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bukan pembawa aqidah baru. Dan agama yang aku peluk adalah madzhab Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang dianut para ulama kaum muslimin semacam imam yang empat dan para pengikutnya.” (Lihat Tash-hihu Khatha`in Tarikhi Haula Al-Wahhabiyyah, hal. 75)</p>
<p>o       Beliau juga berkata -dalam suratnya kepada Al-Imam Ash-Shan’ani-:”Perhatikanlah -semoga Allah subhanahu wata’ala merahmatimu- apa yang ada pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, para shahabat sepeninggal beliau dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat. Serta apa yang diyakini para imam panutan dari kalangan ahli hadits dan fiqh, seperti Abu Hanifah, Malik, Asy-Syafi’i dan Ahmad bin Hanbal -semoga Allah subhanahu wata’ala meridhai mereka-, supaya engkau bisa mengikuti jalan/ ajaran mereka.” (Ad-Durar As-Saniyyah 1/136)</p>
<p>o       Beliau juga berkata: “Menghormati ulama dan memuliakan mereka meskipun terkadang (ulama tersebut) mengalami kekeliruan, dengan tidak menjadikan mereka sekutu bagi Allah subhanahu wata’ala, merupakan jalan orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah subhanahu wata’ala. Adapun mencemooh perkataan mereka dan tidak memuliakannya, maka ini merupakan jalan orang-orang yang dimurkai Allah subhanahu wata’ala (Yahudi).” (Majmu’ah Ar-Rasa`il An-Najdiyyah, 1/11-12. Dinukil dari Al-Iqna’, karya Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi Al-Madkhali, hal.132-133)</p>
<p>6. Tuduhan: Keras dalam berdakwah (inkarul munkar)</p>
<p>Bantahan:</p>
<p>o       Tuduhan ini sangat tidak beralasan. Karena justru beliaulah orang yang sangat perhatian dalam masalah ini. Sebagaimana nasehat beliau kepada para pengikutnya dari penduduk daerah Sudair yang melakukan dakwah (inkarul munkar) dengan cara keras. Beliau berkata: “Sesungguhnya sebagian orang yang mengerti agama terkadang jatuh dalam kesalahan (teknis) dalam mengingkari kemungkaran, padahal posisinya di atas kebenaran. Yaitu mengingkari kemungkaran dengan sikap keras, sehingga menimbulkan perpecahan di antara ikhwan… Ahlul ilmi berkata: ‘Seorang yang beramar ma’ruf dan nahi mungkar membutuhkan tiga hal: berilmu tentang apa yang akan dia sampaikan, bersifat belas kasihan ketika beramar ma’ruf dan nahi mungkar, serta bersabar terhadap segala gangguan yang menimpanya.’ Maka kalian harus memahami hal ini dan merealisasikannya. Sesungguhnya kelemahan akan selalu ada pada orang yang mengerti agama, ketika tidak merealisasikannya atau tidak memahaminya. Para ulama juga menyebutkan bahwasanya jika inkarul munkar akan menyebabkan perpecahan, maka tidak boleh dilakukan. Aku mewanti-wanti kalian agar melaksanakan apa yang telah kusebutkan dan memahaminya dengan sebaik-baiknya. Karena, jika kalian tidak melaksanakannya niscaya perbuatan inkarul munkar kalian akan merusak citra agama. Dan seorang muslim tidaklah berbuat kecuali apa yang membuat baik agama dan dunianya.” (Lihat Muhammad bin Abdul Wahhab, hal. 176)</p>
<p>7. Tuduhan: Muhammad bin Abdul Wahhab itu bukanlah seorang yang berilmu. Dia belum pernah belajar dari para syaikh, dan mungkin saja ilmunya dari setan![9]</p>
<p>Jawaban:</p>
<p>o       Pernyataan ini menunjukkan butanya tentang biografi Asy-Syaikh, atauq pura-pura buta dalam rangka penipuan intelektual terhadap umat.</p>
<p>o       Bila ditengok sejarahnya, ternyata beliau sudah hafal Al-Qur`an sebelum berusia 10 tahun. Belum genap 12 tahun dari usianya, sudah ditunjuk sebagai imam shalat berjamaah. Dan pada usia 20 tahun sudah dikenal mempunyai banyak ilmu. Setelah itu rihlah (pergi) menuntut ilmu ke Makkah, Madinah, Bashrah, Ahsa`, Bashrah (yang kedua kalinya), Zubair, kemudian kembali ke Makkah dan Madinah. Gurunya pun banyak,[10] di antaranya adalah:</p>
<p>Di Najd: Asy-Syaikh Abdul Wahhab bin Sulaiman[11] dan Asy-Syaikh Ibrahim bin Sulaiman.[12]</p>
<p>Di Makkah: Asy-Syaikh Abdullah bin Salim bin Muhammad Al-Bashri Al-Makki Asy-Syafi’i.[13]</p>
<p>Di Madinah: Asy-Syaikh Abdullah bin Ibrahim bin Saif.[14] Asy-Syaikh Muhammad Hayat bin Ibrahim As-Sindi Al-Madani,[15] Asy-Syaikh Isma’il bin Muhammad Al-Ajluni Asy-Syafi’i,[16] Asy-Syaikh ‘Ali Afandi bin Shadiq Al-Hanafi Ad-Daghistani,[17] Asy-Syaikh Abdul Karim Afandi, Asy-Syaikh Muhammad Al Burhani, dan Asy-Syaikh ‘Utsman Ad-Diyarbakri.</p>
<p>Di Bashrah: Asy-Syaikh Muhammad Al-Majmu’i.[18]</p>
<p>Di Ahsa`: Asy-Syaikh Abdullah bin Muhammad bin Abdul Lathif Asy-Syafi’i.</p>
<p>8. Tuduhan: Tidak menghormati para wali Allah, dan hobinya menghancurkan kubah/ bangunan yang dibangun di atas makam mereka.</p>
<p>Jawaban:</p>
<p>Pernyataan bahwa Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab tidak menghormati para wali Allah subhanahu wata’ala, merupakan tuduhan dusta. Beliau berkata -dalam suratnya kepada penduduk Qashim-: “Aku menetapkan (meyakini) adanya karamah dan keluarbiasaan yang ada pada para wali Allah subhanahu wata’ala, hanya saja mereka tidak berhak diibadahi dan tidak berhak pula untuk diminta dari mereka sesuatu yang tidak dimampu kecuali oleh Allah subhanahu wata’ala.”[19]</p>
<p>Adapun penghancuran kubah/bangunan yang dibangun di atas makam mereka, maka beliau mengakuinya -sebagaimana dalam suratnya kepada para ulama Makkah-.[20] Namun hal itu sangat beralasan sekali, karena kubah/ bangunan tersebut telah dijadikan sebagai tempat berdoa, berkurban dan bernadzar kepada selain Allah subhanahu wata’ala. Sementara Asy-Syaikh sudah mendakwahi mereka dengan segala cara, dan beliau punya kekuatan (bersama waliyyul amri) untuk melakukannya, baik ketika masih di ‘Uyainah ataupun di Dir’iyyah.</p>
<p>Hal ini pun telah difatwakan oleh para ulama dari empat madzhab. Sebagaimana telah difatwakan oleh sekelompok ulama madzhab Syafi’i seperti Ibnul Jummaizi, Azh-Zhahir At-Tazmanti dll, seputar penghancuran bangunan yang ada di pekuburan Al-Qarrafah Mesir. Al-Imam Asy-Syafi’i sendiri berkata: “Aku tidak menyukai (yakni mengharamkan) pengagungan terhadap makhluk, sampai pada tingkatan makamnya dijadikan sebagai masjid.” Al-Imam An-Nawawi dalam Syarhul Muhadzdzab dan Syarh Muslim mengharamkam secara mutlak segala bentuk bangunan di atas makam. Adapun Al-Imam Malik, maka beliau juga mengharamkannya, sebagaimana yang dinukilkan oleh Ibnu Rusyd. Sedangkan Al-Imam Az-Zaila’i (madzhab Hanafi) dalam Syarh Al-Kanz mengatakan: “Diharamkan mendirikan bangunan di atas makam.” Dan juga Al-Imam Ibnul Qayyim (madzhab Hanbali) mengatakan: “Penghancuran kubah/ bangunan yang dibangun di atas kubur hukumnya wajib, karena ia dibangun di atas kemaksiatan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” (Lihat Fathul Majid Syarh Kitabit Tauhid karya Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alusy-Syaikh, hal.284-286)</p>
<p>Para pembaca, demikianlah bantahan ringkas terhadap beberapa tuduhan miring yang ditujukan kepada Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Untuk mengetahui bantahan atas tuduhan-tuduhan miring lainnya, silahkan baca karya-karya tulis Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, kemudian buku-buku para ulama lainnya seperti:</p>
<p>o       Ad-Durar As-Saniyyah fil Ajwibah An-Najdiyyah, disusun oleh Abdurrahman bin Qasim An-Najdi</p>
<p>o       Shiyanatul Insan ‘An Waswasah Asy-Syaikh Dahlan, karya Al-‘Allamah Muhammad Basyir As-Sahsawani Al-Hindi.</p>
<p>o       Raddu Auham Abi Zahrah, karya Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, demikian pula buku bantahan beliau terhadap Abdul Karim Al-Khathib.</p>
<p>o       Muhammad bin Abdul Wahhab Mushlihun Mazhlumun Wa Muftara ‘Alaihi, karya Al-Ustadz Mas’ud An-Nadwi.</p>
<p>o       ‘Aqidah Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab As Salafiyyah, karya Dr. Shalih bin Abdullah Al-’Ubud.</p>
<p>o       Da’watu Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Bainal Mu’aridhin wal Munshifin wal Mu`ayyidin, karya Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, dsb.</p>
<p>Barakah Dakwah Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab</p>
<p>Dakwah Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab merupakan dakwah yang penuh barakah. Buahnya pun bisa dirasakan hampir di setiap penjuru dunia Islam, bahkan di dunia secara keseluruhan.</p>
<p>Di Jazirah Arabia[21]</p>
<p>Di Jazirah Arabia sendiri, pengaruhnya luar biasa. Berkat dakwah tauhid ini mereka bersatu yang sebelumnya berpecah belah. Mereka mengenal tauhid, ilmu dan ibadah yang sebelumnya tenggelam dalam penyimpangan, kebodohan dan kemaksiatan. Dakwah tauhid juga mempunyai peran besar dalam perbaikan akhlak dan muamalah yang membawa dampak positif bagi Islam itu sendiri dan bagi kaum muslimin, baik dalam urusan agama ataupun urusan dunia mereka. Berkat dakwah tauhid pula tegaklah Daulah Islamiyyah (di Jazirah Arabia) yang cukup kuat dan disegani musuh, serta mampu menyatukan negeri-negeri yang selama ini berseteru di bawah satu bendera. Kekuasaan Daulah ini membentang dari Laut Merah (barat) hingga Teluk Arab (timur), dan dari Syam (utara) hingga Yaman (selatan), daulah ini dikenal dalam sejarah dengan sebutan Daulah Su’udiyyah I. Pada tahun 1233 H/1818 M daulah ini diporak-porandakan oleh pasukan Dinasti Utsmani yang dipimpin Muhammad ‘Ali Basya. Pada tahun 1238 H/1823 M berdiri kembali Daulah Su’udiyyah II yang diprakarsai oleh Al-Imam Al-Mujahid Turki bin Abdullah bin Muhammad bin Su’ud, dan runtuh pada tahun 1309 H/1891 M. Kemudian pada tahun 1319 H/1901 M berdiri kembali Daulah Su’udiyyah III yang diprakarsai oleh Al-Imam Al-Mujahid Abdul ‘Aziz bin Abdurrahman bin Faishal bin Turki Alu Su’ud. Daulah Su’udiyyah III ini kemudian dikenal dengan nama Al-Mamlakah Al-’Arabiyyah As-Su’udiyyah, yang dalam bahasa kita biasa disebut Kerajaan Saudi Arabia. Ketiga daulah ini merupakan daulah percontohan di masa ini dalam hal tauhid, penerapan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan syariat Islam, keamanan, kesejahteraan dan perhatian terhadap urusan kaum muslimin dunia (terkhusus Daulah Su’udiyyah III). Untuk mengetahui lebih jauh tentang perannya, lihatlah kajian utama edisi ini/Barakah Dakwah Tauhid.</p>
<p>Di Dunia Islam[22]</p>
<p>Dakwah tauhid Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab merambah dunia Islam, yang terwakili pada Benua Asia dan Afrika, barakah Allah subhanahu wata’ala pun menyelimutinya. Di Benua Asia dakwah tersebar di Yaman, Qatar, Bahrain, beberapa wilayah Oman, India, Pakistan dan sekitarnya, Indonesia, Turkistan, dan Cina. Adapun di Benua Afrika, dakwah Tauhid tersebar di Mesir, Libya, Al-Jazair, Sudan, dan Afrika Barat. Dan hingga saat ini dakwah terus berkembang ke penjuru dunia, bahkan merambah pusat kekafiran Amerika dan Eropa.</p>
<p>Pujian Ulama Dunia terhadap Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan Dakwah Beliau</p>
<p>Pujian ulama dunia terhadap Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan dakwahnya amatlah banyak. Namun karena terbatasnya ruang rubrik, cukuplah disebutkan sebagiannya saja.[23]</p>
<p>1. Al-Imam Ash-Shan’ani (Yaman).</p>
<p>Beliau kirimkan dari Shan’a bait-bait pujian untuk Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan dakwahnya. Bait syair yang diawali dengan:</p>
<p>Salamku untuk Najd dan siapa saja yang tinggal sana</p>
<p>Walaupun salamku dari kejauhan belum mencukupinya</p>
<p>2. Al-Imam Asy-Syaukani rahimahullahu (Yaman). Ketika mendengar wafatnya Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, beliau layangkan bait-bait pujian terhadap Asy-Syaikh dan dakwahnya. Di antaranya:</p>
<p>Telah wafat tonggak ilmu dan pusat kemuliaan</p>
<p>Referensi utama para pahlawan dan orang-orang mulia</p>
<p>Dengan wafatnya, nyaris wafat pula ilmu-ilmu agama</p>
<p>Wajah kebenaran pun nyaris lenyap ditelan derasnya arus sungai</p>
<p>3. Muhammad Hamid Al-Fiqi (Mesir). Beliau berkata: “Sesungguhnya amalan dan usaha yang beliau lakukan adalah untuk menghidupkan kembali semangat beramal dengan agama yang benar dan mengembalikan umat manusia kepada apa yang telah ditetapkan dalam Al-Qur`an…. dan apa yang dibawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, serta apa yang diyakini para shahabat, para tabi’in dan para imam yang terbimbing.”<br />
4. Dr. Taqiyuddin Al-Hilali (Irak). Beliau berkata: “Tidak asing lagi bahwa Al-Imam Ar-Rabbani Al-Awwab Muhammad bin Abdul Wahhab, benar-benar telah menegakkan dakwah tauhid yang lurus. Memperbaharui (kehidupan umat manusia) seperti di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabatnya. Dan mendirikan daulah yang mengingatkan umat manusia kepada daulah di masa Al-Khulafa` Ar-Rasyidin.”</p>
<p>5. Asy-Syaikh Mulla ‘Umran bin ‘Ali Ridhwan (Linjah, Iran). Beliau -ketika dicap sebagai Wahhabi- berkata:</p>
<p>Jikalau mengikuti Ahmad dicap sebagai Wahhabi</p>
<p>Maka kutegaskan bahwa aku adalah Wahhabi</p>
<p>Kubasmi segala kesyirikan dan tiadalah ada bagiku</p>
<p>Rabb selain Allah Dzat Yang Maha Tunggal lagi Maha Pemberi</p>
<p>6. Asy-Syaikh Ahmad bin Hajar Al-Buthami (Qatar). Beliau berkata: “Sesungguhnya Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab An-Najdi adalah seorang da’i tauhid, yang tergolong sebagai pembaharu yang adil dan pembenah yang ikhlas bagi agama umat.”</p>
<p>7. Al ‘Allamah Muhammad Basyir As-Sahsawani (India). Kitab beliau Shiyanatul Insan ‘An Waswasah Asy-Syaikh Dahlan, sarat akan pujian dan pembelaan terhadap Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan dakwahnya.</p>
<p>8. Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani (Syam). Beliau berkata: “Dari apa yang telah lalu, nampaklah kedengkian yang sangat, kebencian durjana, dan tuduhan keji dari para penjahat (intelektual) terhadap Al-Imam Al Mujaddid Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab -semoga Allah subhanahu wata’ala merahmatinya dan mengaruniainya pahala-, yang telah mengeluarkan manusia dari gelapnya kesyirikan menuju cahaya tauhid yang murni…”</p>
<p>9. Ulama Saudi Arabia. Tak terhitung banyaknya pujian mereka terhadap Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan dakwahnya, turun-temurun sejak Asy-Syaikh masih hidup hingga hari ini.</p>
<p>Penutup</p>
<p>Akhir kata, demikianlah sajian kami seputar Wahhabi yang menjadi momok di Indonesia pada khususnya dan di dunia Islam pada umumnya. Semoga sajian ini dapat menjadi penerang di tengah gelapnya permasalahan, dan pembuka cakrawala berfikir untuk tidak berbicara dan menilai kecuali di atas pijakan ilmu.</p>
<p>Wallahu a’lam bish-shawab.</p>
<p>Ditulis oleh Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi, Lc.</p>
<p>Diambil dari: http://www.majalahsyariah.com/syariah.php?menu=detil&amp;id_online=337</p>
<p>[1] Biografi beliau bisa dilihat pada Majalah Asy Syari’ah, edisi 21, hal. 71.<br />
[2] Untuk lebih rincinya lihat kajian utama edisi ini/Musuh-musuh Dakwah Tauhid.</p>
<p>[3] Sebagaimana yang dinyatakan Ahmad Abdullah Al-Haddad Baa ‘Alwi dalam kitabnya Mishbahul Anam, hal. 5-6 dan Ahmad Zaini Dahlan dalam dua kitabnya Ad-Durar As-Saniyyah Firraddi ‘alal Wahhabiyyah, hal. 46 dan Khulashatul Kalam, hal. 228-261.</p>
<p>[4] Sebagaimana dalam Mishbahul Anam.</p>
<p>[5] Sebagaimana yang diterangkan pada kajian utama edisi ini/Hubungan Najd dengan Daulah Utsmaniyyah.</p>
<p>[6] Untuk lebih rincinya bacalah kitab Tash-hihu Khatha`in Tarikhi Haula Al-Wahhabiyyah, karya Dr. Muhammad bin Sa’ad Asy-Syuwai’ir.</p>
<p>[7] Sebagaimana yang dinyatakan Ibnu ‘Abidin Asy-Syami dalam kitabnya Raddul Muhtar, 3/3009.</p>
<p>[8] Termaktub dalam risalah Sulaiman bin Suhaim.</p>
<p>[9] Tuduhan Sulaiman bin Muhammad bin Suhaim, Qadhi Manfuhah.</p>
<p>[10] Lihat ‘Aqidah Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab As-Salafiyyah, 1/143-171.</p>
<p>[11] Ayah beliau, dan seorang ulama Najd yang terpandang di masanya dan hakim di ‘Uyainah.</p>
<p>[12] Paman beliau, dan sebagai hakim negeri Usyaiqir.</p>
<p>[13] Hafizh negeri Hijaz di masanya.</p>
<p>[14] Seorang faqih terpandang, murid para ulama Madinah sekaligus murid Abul Mawahib (ulama besar negeri Syam). Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mendapatkan ijazah dari guru beliau ini untuk meriwayatkan, mempelajari dan mengajarkan Shahih Al-Bukhari dengan sanadnya sampai kepada Al-Imam Al-Bukhari serta syarah-syarahnya, Shahih Muslim serta syarah-syarahnya, Sunan At-Tirmidzi dengan sanadnya, Sunan Abi Dawud dengan sanadnya, Sunan Ibnu Majah dengan sanadnya, Sunan An-Nasa‘i Al-Kubra dengan sanadnya, Sunan Ad-Darimi dan semua karya tulis Al-Imam Ad-Darimi dengan sanadnya, Silsilah Al-‘Arabiyyah dengan sanadnya dari Abul Aswad dari ‘Ali bin Abi Thalib, semua buku Al-Imam An-Nawawi, Alfiyah Al-’Iraqi, At-Targhib Wat Tarhib, Al-Khulashah karya Ibnu Malik, Sirah Ibnu Hisyam dan seluruh karya tulis Ibnu Hisyam, semua karya tulis Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-’Asqalani, buku-buku Al-Qadhi ‘Iyadh, buku-buku qira’at, kitab Al-Qamus dengan sanadnya, Musnad Al-Imam Asy-Syafi’i, Muwaththa’ Al-Imam Malik, Musnad Al-Imam Ahmad, Mu’jam Ath-Thabrani, buku-buku As-Suyuthi dsb.</p>
<p>[15] Ulama besar Madinah di masanya.</p>
<p>[16] Penulis kitab Kasyful Khafa‘ Wa Muzilul Ilbas ‘Amma Isytahara ‘Ala Alsinatin Nas.</p>
<p>[17] Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab bertemu dengannya di kota Madinah dan mendapatkan ijazah darinya seperti yang didapat dari Asy-Syaikh Abdullah bin Ibrahim bin Saif.</p>
<p>[18] Ulama terkemuka daerah Majmu’ah, Bashrah.</p>
<p>[19] Lihat Tash-hihu Khatha`in Tarikhi Haula Al Wahhabiyyah, hal. 119</p>
<p>[20] Ibid, hal. 76.</p>
<p>[21] Diringkas dari Haqiqatu Da’wah Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab wa Atsaruha Fil ‘Alamil Islami, karya Dr. Muhammad bin Abdullah As-Salman, yang dimuat dalam Majallah Al-Buhuts Al-Islamiyyah edisi. 21, hal. 140-145.</p>
<p>[22] Diringkas dari Haqiqatu Da’wah Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab wa Atsaruha Fil ‘Alamil Islami, karya Dr. Muhammad bin Abdullah As Salman, yang dimuat dalam Majallah Al-Buhuts Al-Islamiyyah edisi. 21, hal.146-149.</p>
<p>[23] Untuk mengetahui lebih luas, lihatlah kitab Da’watu Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab Bainal Mu’aridhin wal Munshifin wal Mu`ayyidin, hal. 82-90, dan ‘Aqidah Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab As-Salafiyyah, 2/371-474.</p>
<p>SUMBER: www.assalafy.org</p>
<br />Filed under: <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/as-sunnah/'>as-sunnah</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/islam/'>islam</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a> Tagged: <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/ahlussunnah/'>ahlussunnah</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/aqidah/'>aqidah</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/fiqih/'>fiqih</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/islam/'>islam</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/salafy/'>salafy</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/sunnah/'>sunnah</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/wahabi/'>wahabi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naylat3.wordpress.com/1268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naylat3.wordpress.com/1268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naylat3.wordpress.com/1268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naylat3.wordpress.com/1268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/naylat3.wordpress.com/1268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/naylat3.wordpress.com/1268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/naylat3.wordpress.com/1268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/naylat3.wordpress.com/1268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naylat3.wordpress.com/1268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naylat3.wordpress.com/1268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naylat3.wordpress.com/1268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naylat3.wordpress.com/1268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naylat3.wordpress.com/1268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naylat3.wordpress.com/1268/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naylat3.wordpress.com&amp;blog=7414240&amp;post=1268&amp;subd=naylat3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naylat3.wordpress.com/2011/07/24/siapakah-wahhabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">naylat3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saling bermaafan menjelang Ramadhan, Adakah tuntunannya?</title>
		<link>http://naylat3.wordpress.com/2011/07/24/saling-bermaafan-menjelang-ramadhan-adakah-tuntunannya/</link>
		<comments>http://naylat3.wordpress.com/2011/07/24/saling-bermaafan-menjelang-ramadhan-adakah-tuntunannya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jul 2011 12:02:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abunayla</dc:creator>
				<category><![CDATA[as-sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[fiqh]]></category>
		<category><![CDATA[hadits]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naylat3.wordpress.com/?p=1258</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Ana dpt sms spt ini “Pada akhir khotbah Jumat terakhir bulan Sya’ban Rasululloh mengucapkan amin..amin..amin..Selesai sholat sahabat bertanya mengapa Rasul mengucap amin sampai 3 kali. Nabi menjawab, Aku mengamini doa Jibril kepada Alloh : 1. Ya Alloh abaikanlah pahala puasa umat Muhammad apabila menjelang Ramadhan mereka tidak mohon maaf terlebih dahulu kepada ke 2 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naylat3.wordpress.com&amp;blog=7414240&amp;post=1258&amp;subd=naylat3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://naylat3.wordpress.com/2011/07/24/saling-bermaafan-menjelang-ramadhan-adakah-tuntunannya/ramadan/" rel="attachment wp-att-1260"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1260" title="ramadan" src="http://naylat3.files.wordpress.com/2011/07/ramadan.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a></p>
<p><em><strong>Pertanyaan:</strong></em></p>
<p>Ana dpt sms spt ini “Pada akhir khotbah Jumat terakhir bulan Sya’ban Rasululloh mengucapkan amin..amin..amin..Selesai sholat sahabat bertanya mengapa Rasul mengucap amin sampai 3 kali. Nabi menjawab, Aku mengamini doa Jibril kepada Alloh :</p>
<p>1. Ya Alloh abaikanlah pahala puasa umat Muhammad apabila menjelang Ramadhan mereka tidak mohon maaf terlebih dahulu kepada ke 2 orangtuanya</p>
<p>2. Ya Alloh abaikanlah pahala puasa umat Muhammad apabila menjelang Ramadhan mereka tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami istri</p>
<p>3. Ya Alloh abaikanlah pahala puasa umat Muhammad apabila menjelang Ramadhan mereka tidak saling bermaafan terlebih dahulu dengan orang lain di sekitarnya.Marhaban Ya Ramadhan,dari lubuk hati yang paling dalam mengucapkan mohon maaf lahir&amp;batin….”</p>
<p>Yang ana tanyakan apa benar isi sms di atas? apakah slg meminta maaf sblm Ramadhan ada tuntunannya dlm syariat?</p>
<p>Jazakumullohu khoiron.</p>
<p><span id="more-1258"></span></p>
<p><em><strong>Jawaban:</strong></em></p>
<p>Hadits yang menyebutkan tentang doa Jibril dengan lafazh tersebut tidak ditemukan dalam kitab-kitab hadits, sehingga orang yang menyebutkan haidts tersebut tidak ada yang bisa menyebutkan dari riwayat siapa. kalaupun ada yang menyebutkan, ternyata setelah dirujuk lafazhnya jauh berbeda yaitu:</p>
<p>“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam naik mimbar kemudian bersabda: ‘Amin, Amin, Amin’. Para sahabat bertanya: “Mengapa anda berkata demikian, wahai Rasulullah?” Kemudian beliau bersabda, “Baru saja Jibril berkata kepadaku: ‘Celakalah seorang hamba yang melewati Ramadhan tetapi tidak mendapatkan ampunan’, maka kukatakan, ‘Amin’, kemudian Jibril berkata lagi, ‘Celakalah seorang hamba yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya masih hidup, namun tidak bisa membuatnya masuk Jannah (karena tidak mau berbakti kepada orang tuanya)’, maka aku berkata: ‘Amin’. Kemudian Jibril berkata lagi. ‘Celakalah seorang hamba yang tidak bershalawat kepadaku ketika namaku disebut’, maka kukatakan, ‘Amin”.”</p>
<p>Dari sini -wallahu a’lam-, mengkhususkan bermaafan menjelang Ramadhan tidak ada tuntunannya, adapun bermaafan itu hendaknya dilakukan di setiap waktu dan tempat, tidak dikhususkan pada waktu dan tempat tertentu.</p>
<p><em>SUMBER: www.assalafy.org</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/as-sunnah/'>as-sunnah</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/islam/'>islam</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a> Tagged: <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/fiqh/'>fiqh</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/hadits/'>hadits</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/islam/'>islam</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/puasa/'>puasa</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/ramadhan/'>Ramadhan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naylat3.wordpress.com/1258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naylat3.wordpress.com/1258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naylat3.wordpress.com/1258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naylat3.wordpress.com/1258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/naylat3.wordpress.com/1258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/naylat3.wordpress.com/1258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/naylat3.wordpress.com/1258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/naylat3.wordpress.com/1258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naylat3.wordpress.com/1258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naylat3.wordpress.com/1258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naylat3.wordpress.com/1258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naylat3.wordpress.com/1258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naylat3.wordpress.com/1258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naylat3.wordpress.com/1258/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naylat3.wordpress.com&amp;blog=7414240&amp;post=1258&amp;subd=naylat3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naylat3.wordpress.com/2011/07/24/saling-bermaafan-menjelang-ramadhan-adakah-tuntunannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">naylat3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://naylat3.files.wordpress.com/2011/07/ramadan.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">ramadan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Google+ sang &#8220;facebook killer&#8221; (katanya&#8230;)</title>
		<link>http://naylat3.wordpress.com/2011/07/23/google-sang-facebook-killer-katanya/</link>
		<comments>http://naylat3.wordpress.com/2011/07/23/google-sang-facebook-killer-katanya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jul 2011 23:34:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abunayla</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[gmail]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[google plus]]></category>
		<category><![CDATA[jejaring sosial]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naylat3.wordpress.com/?p=1250</guid>
		<description><![CDATA[Jaman sekarang siapa sih yang ga kenal fesbuk, dari kakak, adik, paman, bibi, om tante, hingga kakek nenek (lebay=on), hampir semua punya akun jejaring sosial yang paling populer itu. Ada lagi twitter, yang ga kalah populernya di indonesia raya tercinta ini. Dan kini bertambah lagi situs jejaring sosial dijagad maya. Tak tanggung-tanggung, situs jejaring sosial [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naylat3.wordpress.com&amp;blog=7414240&amp;post=1250&amp;subd=naylat3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://naylat3.wordpress.com/2011/07/23/google-sang-facebook-killer-katanya/facebook-vs-google-circles-2/" rel="attachment wp-att-1252"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1252" title="facebook-vs-google-circles" src="http://naylat3.files.wordpress.com/2011/07/facebook-vs-google-circles1.jpeg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Jaman sekarang siapa sih yang ga kenal fesbuk, dari kakak, adik, paman, bibi, om tante, hingga kakek nenek (lebay=on), hampir semua punya akun jejaring sosial yang paling populer itu. Ada lagi twitter, yang ga kalah populernya di indonesia raya tercinta ini.</p>
<p>Dan kini bertambah lagi situs jejaring sosial dijagad maya. Tak tanggung-tanggung, situs jejaring sosial ini adalah buah karya mesin pencari terbesar didunia maya, Google. Google+, yup itulah nama situs jejaring sosial yang digadang-gadang sebagai &#8220;facebook killer&#8221;.<span id="more-1250"></span></p>
<p>Saking penasarannya, langsung saja saya meluncur ke situs google+, maksud hati untuk register demi mendapatkan akun google+. Tapi sayang sungguh sayang, ternyata untuk bisa mendaftar di google+, anda harus mendapat undangan khusus, dari teman, sodara, atau kenalan yang sudah lebih dulu mempunyai akun google+.</p>
<p>Terus gimana dong? mudah saja.. syarat pertama anda harus mempunyai email di google, Gmail. Nah kalo sudah ada, syarat yang kedua adalah mencari teman yg sudah punya akun di google+. Kalau anda sudah punya teman atau kenalan yang sudah punya akun di google+, Anda tinggal menitipkan alamat email anda ke teman anda yang sudah memiliki akun di google+. Sampai di sini Masih bingung juga, bagaimana caranya? Begini loh maksudnya, kirim alamat email anda ke teman anda yang sudah memiliki akun di google+ agar anda bisa diundang untuk bikin akun di google+. Kalo nggak mau repot-repot cari teman atau kenalan yang sudah punya akun di google+, tinggalkan saja alamat emailmu di kotak komentar di tulisan ini. Email yang anda tinggalkan tersebut bertujuan untuk meng-invite anda untuk join di google+. Oke, Selamat mencoba!</p>
<br />Filed under: <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/berita/'>BERITA</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/internet/'>internet</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a> Tagged: <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/facebook/'>facebook</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/gmail/'>gmail</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/google/'>google</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/google-plus/'>google plus</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/jejaring-sosial/'>jejaring sosial</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/tips/'>tips</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/twitter/'>twitter</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naylat3.wordpress.com/1250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naylat3.wordpress.com/1250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naylat3.wordpress.com/1250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naylat3.wordpress.com/1250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/naylat3.wordpress.com/1250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/naylat3.wordpress.com/1250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/naylat3.wordpress.com/1250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/naylat3.wordpress.com/1250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naylat3.wordpress.com/1250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naylat3.wordpress.com/1250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naylat3.wordpress.com/1250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naylat3.wordpress.com/1250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naylat3.wordpress.com/1250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naylat3.wordpress.com/1250/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naylat3.wordpress.com&amp;blog=7414240&amp;post=1250&amp;subd=naylat3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naylat3.wordpress.com/2011/07/23/google-sang-facebook-killer-katanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">naylat3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://naylat3.files.wordpress.com/2011/07/facebook-vs-google-circles1.jpeg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">facebook-vs-google-circles</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kasus Ibu Ruyati Sebagai Ujian</title>
		<link>http://naylat3.wordpress.com/2011/07/22/kasus-ibu-ruyati-sebagai-ujian/</link>
		<comments>http://naylat3.wordpress.com/2011/07/22/kasus-ibu-ruyati-sebagai-ujian/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jul 2011 13:43:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abunayla</dc:creator>
				<category><![CDATA[as-sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[ahlussunnah]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[fiqh]]></category>
		<category><![CDATA[ruyati]]></category>
		<category><![CDATA[salafy]]></category>
		<category><![CDATA[saudi]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[tausiah]]></category>
		<category><![CDATA[tki]]></category>
		<category><![CDATA[tkw]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naylat3.wordpress.com/?p=1246</guid>
		<description><![CDATA[Telah terjadi hukum pancung atas ibu Ruyati pada tanggal 18 Juni 2011 lalu di negara Saudi Arabia (http://m.inilah.com/read/detail/1620212/inilah-kronologis-proses-hukum-tki-ruyati/), kejadian yang cukup menggemparkan, terutama di Indonesia. Bagaimana tidak? Ibu Ruyati -semoga Allah merahmatinya-, adalah seorang ibu berkewarganegaraan Indonesia, yang bekerja menjadi TKW di Saudi Arabia telah dihukum pancung. Seolah tiada hujan tiada angin, tiba-tiba berita duka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naylat3.wordpress.com&amp;blog=7414240&amp;post=1246&amp;subd=naylat3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Telah terjadi hukum pancung atas ibu Ruyati pada tanggal 18 Juni 2011 lalu di negara Saudi Arabia (http://m.inilah.com/read/detail/1620212/inilah-kronologis-proses-hukum-tki-ruyati/), kejadian yang cukup menggemparkan, terutama di Indonesia. Bagaimana tidak? Ibu Ruyati -semoga Allah merahmatinya-, adalah seorang ibu berkewarganegaraan Indonesia, yang bekerja menjadi TKW di Saudi Arabia telah dihukum pancung. Seolah tiada hujan tiada angin, tiba-tiba berita duka tersebut menghujani tanah air ini dengan deras, bahkan keluarga korbanpun mengaku tidak mendapat informasi yang cukup. Sebagaimana pemerintah Indonesia juga mengaku demikian.</p>
<p>Informasi yang tiba-tiba dan dengan segala kekurangannya mengundang banyak komentar di berbagai kesempatan. Tentu, komentar itu pun bermacam-macam sesuai keberagaman orang yang berkomentar. Dari muslim, sampai non muslim. Dari orang yang bijak sampai orang yang sembrono. Dari yang menunggu informasi yang cukup sampai yang asal bunyi dengan penuh ketergesaan dan emosi.<span id="more-1246"></span></p>
<p>Saya memandang bahwa kasus ini sebagai ujian yang cukup berat bagi kita semua, tentu sebagai seorang muslim meyakini, bahwa segala kata-kata yang keluar darinya akan dicacat oleh malaikat, yang bakal ditimbang sebagai amal baik atau buruk di akhirat kelak,<br />
‘Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.’ [Q.S. Qaf:18]</p>
<p>Inilah ujian pertama bagi kita semua, ketergesaan dalam berkomentar tanpa memiliki informasi yang cukup membuat seseorang terjerumus dalam komentar yang salah dan tidak bijak, sehingga bisa menjadi bencana buatnya atau buat orang lain di kemudian hari.</p>
<p>Memojokkan salah satu pihak dan menyalahkannya tanpa informasi yang cukup adalah sikap yang tidak bijak yang akan merugikan, ini menggambarkan ketergesaan yang tanpa pikir panjang. Sama saja apakah yang di pojokkan itu adalah pihak Ibu Ruyati –semoga Allah merahmatinya- atau pihak pemerintah RI sebagai penanggung jawab atas warganya, ataukah pihak keluarga majikan sebagai korban pembunuhan Ibu Ruyati, ataukah pihak pemerintah Saudi Arabia sebagai hakim antara dua orang yang bertikai dan yang memutuskan perkaranya.</p>
<p>Tentu untuk menilai siapa yang salah, siapa yang keliru, kita harus mengetahui sejak awal kasus ini, apa yang dilakukan Ibu Ruyati, benarkah dia membunuh, bagaimana membunuhnya, kenapa dia melakukannya, apa yang dilakukan majikan, kenapa dia melakukannya, apa yang dilakukan pihak hakim, kenapa sampai pada vonis hukum mati, apa yang dilakukan pemerintah Saudi Arabia terhadap pihak pemerintah RI, apa upaya yang telah dilakukan pemerintah RI melalui duta besarnya. Apakah informasi itu semua telah kita miliki sehingga kita dapat menilai dengan baik dan benar baik dalam menyalahkan atau membenarkan salah satu pihak?</p>
<p>Apakah komentar kita adalah komentar yang dapat dipertanggung jawabkan di dunia maupun di akhirat di hadapan Rabbul Alamin?</p>
<p>Jangan sampai musibah yang menimpa membuat kita jatuh dalam musibah lain, tergelincirnya kita dalam komentar yang salah.</p>
<p>Sebelum saya lanjutkan, saya ucapkan kepada keluarga Ibu Ruyati -semoga Allah merahmatinya- agar bersabar atas segala musibah. Sebagai umat muslim, tentu meyakini bahwa semua musibah mengandung hikmah, apa yang terjadi semoga menjadi penebus dosa. Semoga Allah U mengganti musibah kalian dengan pahala dan yang lebih baik.</p>
<p>Kembali kepada ujian di balik kasus, di antara ujian yang terberat bagi muslimin  dari kasus itu adalah ujian keimanan terhadap ajaran Islam. Tak sedikit dari kasus ini muncul komentar, atau minimalnya perasaan dan anggapan negatif terhadap hukum Islam, qishash. Dari kasus tersebut bisa jadi seorang muslim justru menyalahkan hukumnya, tanpa menengok kepada alur peristiwa dan hukum. Ini yang justru sangat dikhawatirkan, oleh karenanya saya menganggap ini ujian yang sangat berat bagi muslimin, karena ini bisa menggoyah keimanan dan keislamannya. Kembali, sebabnya adalah tiadanya informasi yang cukup tentang kejadian yang sesungguhnya dan tentang apa itu hukum qishash dalam Islam.</p>
<p>Kita tutup sejenak lembaran ibu Ruyati, karena itu sifatnya kasuistik yang untuk mempelajarinya perlu studi kasus. Kita akan coba buka lembaran ensiklopedi fikih Islam, untuk mengetahui apa itu qishash.</p>
<p>Ternyata qishash bukan hanya ada dalam al-Quran bahkan dahulu dalam kitab Taurat pun telah ada syariatnya, saat kitab Taurat masih murni. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman :</p>
<p>artinya, “Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.” [Q.S. al-Maidah:45]</p>
<p>Namun demikian, syariat qishash dalam hal pembunuhan, nyawa dibayar nyawa, tidak sesederhana yang dibayangkan, bahkan hal itu tidak terlepas dari segala aturan yang terkait dengannya. Sebagai contohnya, diantara beberapa syarat seseorang dibalas bunuh, misalnya si pembunuh adalah mukallaf (dibebani hukum, red.), dan si pembunuh membunuhnya dengan suka rela, tidak dipaksa. Dengan pembunuhan ‘qotlul amd’ (sengaja melakukan pembunuhan dengan alat yang mematikan).</p>
<p>Dan di antara syarat meminta qishash adalah bahwa seluruh wali korban sepakat untuk membalas bunuh, bila ada salah satu saja yang memaafkan, maka gugurlah permintaan qishash.</p>
<p>Untuk diketahui pula bahwa balas bunuh bukanlah satu-satunya pilihan bagi keluarga korban, tetapi ada dua pilihan, Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi wasallam memberikan dua opsi, “Barangsiapa yang salah satu keluarganya terbunuh maka dia di antara dua pilihan, diberi diyat (tebusan) atau di-qishash.” [Sahih, H.R. al-Bukhari]</p>
<p>Bahkan, dalam Islam sangat dianjurkan bagi para wali korban untuk memaafkan, artinya tidak membalas bunuh tapi membayar diyat. Dan lebih baik lagi jika para wali korban tersebut memaafkan tanpa bayaran sama sekali. Lihatlah firman Allah yang artinya, “Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya,“ [Q.S. al-Baqarah:178]. Lihatlah penggunaan kata saudara, apa rahasia di balik itu?</p>
<p>Asy Syaikh as-Sa’dy  dalam tafsirnya mengatakan, “Terkandung pada ayat tersebut anjuran untuk berbelaskasih dan memaafkan, mengganti qishash dengan diyat, dan lebih bagus lagi memaafkan tanpa minta diyat”.</p>
<p>Bahkan, Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi wasallam sendiri senantiasa menyarankan para wali korban untuk memberikan maaf. Shahabat Anas bin Malik menceritakan, “Tidaklah didatangkan kepada Rasulullah satu urusan qishash pun kecuali beliau menyarankan untuk dimaafkan”. [Sahih, HR Ibnu Majah. Lihat Sahih Sunan]</p>
<p>Bahkan Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi wasallam  pernah memberikan harta yang sangat banyak kepada orang-orang Laits agar mereka mau memaafkan, dan tidak menuntut qishash.</p>
<p>Namun, hal ini tentu tanpa mengesampingkan hak keluarga korban. Kita tidak bisa hanya memandang orang yang hendak dieksekusi. Tentu hak korban juga harus diperhatikan, mereka orang yang telah dirugikan dalam hal ini, salah satu anggota keluarga mereka telah wafat dengan cara dibunuh, dan bukankah membunuh itu dosa yang sangat besar? (lihat Q.S. an-Nisa’:93). Bayangkan kalau itu menimpa salah satu kita -semoga tidak terjadi-. Andai mereka memaafkan, itu keutamaan yang sangat tinggi nilainya, tapi kalau mereka tetap menuntuk hak, itu hak mereka, bukan sikap yang adil kalau hak mereka dihambat.</p>
<p>Pihak pemerintah yang sebagai hakim, mereka adalah pengayom bagi kedua belah pihak yang bertikai, bukan sikap adil kalau mereka langsung memutuskan pancung, atau memutuskan maaf. Dia harus melihat kejadian secara fakta yang nyata lalu menghukuminya tanpa dipengaruhi oleh pihak manapun.</p>
<p>Seandainya pun pihak yang akan di-qishash itu adalah keluarga hakim sendiri, ia harus tetap berbuat adil, dahulu Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi wasallam  pernah mengatakan, “Seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri tentu akan aku potong tangannya.” Saat itu telah terjadi pencurian oleh salah seorang wanita bangsawan dari kabilah Bani Makhzum, ia telah diproses secara hukum dan ia mesti mendapatkan hukuman potong tangan. Keluarga wanita tersebut merasa keberatan. Bagaimana mungkin seorang wanita dari keluarga bangsawan harus dipotong tangannya karena mencuri. Maka mereka meminta sahabat Usamah bin Zaid , sebagai orang yang sangat disayangi Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi wasallam  untuk memintakan maaf, dengan kata lain, mengurungkan hukum potong tangan tersebut. Beliau pun marah dan mengucapkan, “Yang menghancurkan umat sebelum kalian adalah bila yang mencuri di antara mereka adalah bangsawan, mereka biarkan (kebal hukum), dan bila yang mencuri orang lemah mereka tegakkan hukum padanya” lalu mengucapkan ucapan tersebut di atas. Wanita itu pun akhirnya mengambil pelajaran dari pemotongan tangan tersebut dan semakin memperbaiki ketaatannya. [Sahih HR An Nasai. Lihat Sahih Sunan Nasa’i]</p>
<p>Dalam kasus Ruyati, memang benar apa yang dikatakan duta besar RI bahwa Raja pun tidak bisa campurtangan bila hukum telah diputuskan dan keluarga korban tetap tidak mau memaafkan. (http://fokus.vivanews.com/news/read/228792-raja-saudi-tidak-bisa-ikut-campur).</p>
<p>Namun apa yang bisa dilakukan Raja, Hakim, atau pihak RI, mereka hanya bisa menganjurkan keluarga korban untuk menempuh jalan damai, ishlah, saling memafkan, minimalnya berpindah kepada diyat, walaupun bernilai besar, dan lebih baik lagi gratis. Seperti yang sering dilakukan Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi wasallam .</p>
<p>Untuk diketahui pula, seandainya hakim memutuskan bahwa pembunuhan ini qotlul ‘amd (pembunuhan sengaja, pembunuhan dengan alat yang mematikan). Bisa jadi si pembunuh sebenarnya tidak berniat membunuh, ia hanya ingin melukai, tapi ternyata justru kematian yang terjadi. Dalam kondisi seperti ini, hakim tetap menghukumi secara fakta lapangan. Adapun ucapan si pembunuh bahwa ia tidak bermaksud membunuh, hakim tidak tahu sejauh mana kejujurannya, maka kata-kata tersebut tidak merubah hukum. Ada kemungkinan ia jujur dalam pengakuan tersebut, tapi hanya Allah yang mengetahui. Atas dasar itu, hukum hakim hanya sebatas hukum dunia, dan hakim hanya dapat menganjurkan wali korban untuk memaafkan. Jika si pembunuh telah mengaku bahwa ia tidak punya niatan untuk membunuhnya, kalau ia jujur dan tetap dilaksanakan qishash, maka wali korban yang meng-qishash dianggap telah melakukan pembunuhan terhadapnya.</p>
<p>Abu Hurairah  pernah bercerita, telah terjadi pembunuhan terhadap seseorang di zaman Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi wasallam , maka perkara tersebut diajukan kepada beliau. Setelah proses, Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi wasallam  menyerahkan pembunuh tersebut kepada wali korban untuk dibalas bunuh. Ternyata si pembunuh mengatakan, “Wahai Rasulullah, demi Allah, saya tidak bermaksud membunuhnya.” Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi wasallam  pun mengatakan kepada keluarga korban, ”Kalau dia jujur, dan kamu tetap membunuhnya maka kamu masuk  neraka.” Akhirnya keluarga korban melepaskannya. [Sahih, HR Abu Dawud dan yang lain. Lihat Sahih Sunan]</p>
<p>Hukum qishash, dalam Islam bukan hanya sebagai hukuman, ada sisi lain yang jarang dipahami oleh banyak orang, yaitu bahwa hukum tersebut juga berfungsi sebagai kaffarah, penutup dosa. Sehingga, hukuman di akhirat bisa terbebaskan dengan di-qishash ini. Dan tentu, hukuman di dunia jauh-jauh lebih ringan ketimbang hukum di akhirat.</p>
<p>Ibnul Qoyyim  menjelaskan, “Yang benar, pembunuhan itu terkait dengan 3 hak: hak Allah, hak yang terbunuh, dan hak keluarganya. Maka jika si pembunuh menyerahkan dirinya dengan suka rela kepada wali korban, karena menyesal dan takut kepada Allah, lalu bertaubat dengan taubat yang benar, maka hak Allah gugur dengan taubatnya. Hak keluarga gugur dengan qishash, damai, atau pemberian maaf. Tinggal hak orang yang terbunuh, maka Allah akan memberikan gantinya untuk hamba-Nya yang bertaubat tersebut dan Allah akan memperbaiki hubungan antara keduanya.”</p>
<p>Dengan penjelasan di atas, seandainya ibu Ruyati salah, semoga ia benar-benar taubat dengan taubatan nashuha, sehingga dosanya terampuni, dan diterima di sisi-Nya. Amin&#8230;</p>
<p>Untuk itu, jangan sampai kasus semacam ini mempengaruhi keimanan kita terhadap Islam, banyak pihak ingin memanfaatkannya untuk menyudutkan pihak tertentu, dengan berbagai gosip yang tak bertanggung jawab. Yang cukup aneh dan lucu dalam kasus ini, demi menyudutkan orang Arab, ada yang menganggap bahwa ibu Ruyati membunuh karena membela diri dari upaya pemerkosaan majikannya. Padahal yang dibunuhnya adalah seorang nenek-nenek tua, dan pada dasarnya majikannya adalah keluaga yang baik. Sebagaimana diakui teman satu majikan Ibu Ruyati yang bernama Suwarni, hanya saja si nenek malang -semoga Allah merahmatinya dan memafkannya- suka marah-marah. Ibu Ruyati pun mengakui sebab pembunuhannya adalah rasa kesal akibat sering dimarahi oleh ibu majikan dan kecewa karena majikan tidak mau memulangkan. Ruyati juga menyatakan berniat untuk melarikan diri namun pintu rumah selalu terkunci sehingga tidak dapat keluar dari rumah majikan. Ruyati mengaku tidak pernah disiksa oleh majikannya. (http://m.inilah.com/read/detail/1620212/inilah-kronologis-proses-hukum-tki-ruyati/)</p>
<p>Seandainya pembunuhnya bukan ibu Ruyati, tapi orang Arab sendiri, tentu akan dihukumi dengan hukuman yang sama. Dan faktanya, sudah banyak warga Saudi Arabia yang mati dalam hukum pancung. Memang orang jahat di mana-mana ada, dan kejahatan tetap kejahatan di manapun dan oleh siapapun.</p>
<p>Yang paling berbahaya, ketika kasus ini dipakai untuk menyudutkan Islam. Padahal bila dilihat dengan jujur dan benar, bahwa dalam hal ini syariat Islam lah yang paling adil dan paling menjaga perasaan semua pihak, paling bijak dalam memutuskan. Kita selaku seorang muslim yang hakiki bukan muslim liberal (orang yang mengaku muslim tapi jauh dari Islam), tentu mengimani firmanNya:<br />
“Dan dalam qishash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa. [Q.S. al-Baqoroh:179].</p>
<p>Imam Asy Syinqithi  dalam tafsirnya menjelaskan, “Di antara pentunjuk Al-Quran yang lebih tepat dan adil adalah qishash, karena bila seseorang marah kemudian bertekad membunuh orang lain, lalu ingat bahwa bila ia membunuh ia akan dibunuh dengan sebab itu, ia akan takut dari akibat perbuatannya sehingga ia mengurungkan niatnya. Sehingga, tetap hiduplah orang yang akan ia bunuh dan dia pun tetap hidup karena tidak membunuh sehingga tidak dibunuh karena qishash. Dengan dibunuhnya seorang pembunuh, akan mengakibatkan hidupnya banyak orang yang tidak diketahui jumlahnya kecuali oleh Allah. Hal itu, sebagaimana kami sebutkan, sesuai dengan firman Allah (artinya), “Dan dalam qishash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.[Q.S. Al Baqarah:179].</p>
<p>Tidak diragukan bahwa ini adalah jalan yang paling adil dan paling lurus. Oleh karenanya, telah disaksikan di penjuru dunia, baik dahulu maupun sekarang, sedikitnya jumlah pembunuhan pada negeri-negeri yang berhukum dengan hukum Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala. Karena, qishash adalah peringatan keras terhadap tindak pembunuhan seperti yang Allah sebutkan dalam ayat yang tersebut tadi.</p>
<p>Dan apa yang disebutkan oleh orang-orang anti Islam bahwa qishash tidak bijaksana karena menyebabkan berkurangnya jumlah komunitas masyarakat -yakni membunuh yang kedua setelah matinya yang pertama-, bahwa semestinya dihukum dengan dipenjara, dan bisa jadi ia beranak di balik terali besi sehingga menambah jumlah komunitas masyarakat, ini semua adalah ucapan yang tidak ada nilainya, kosong dari hikmah atau kebijaksanaan. Karena penjara tidak membuatnya jera dari pembunuhan (Apalagi jaman sekarang yang semuanya bisa ditebus dengan uang, penerj.), dan bila hukuman itu tidak membuat jera maka orang-orang rendahan itu akan banyak melakukan pembunuhan sehingga akan bertambah banyak pembunuhan dan komunitas masyarakat akan berkurang berkali lipat.” [dikutip dari Adhwa`ul Bayan, hal:427-428, karya Syaikh Amin Asy-Syinqithi ].</p>
<p>http://tashfiyah.net/</p>
<br />Filed under: <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/as-sunnah/'>as-sunnah</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/berita/'>BERITA</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/islam/'>islam</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a> Tagged: <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/ahlussunnah/'>ahlussunnah</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/aqidah/'>aqidah</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/fatwa/'>fatwa</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/fiqh/'>fiqh</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/islam/'>islam</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/ruyati/'>ruyati</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/salafy/'>salafy</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/saudi/'>saudi</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/sunnah/'>sunnah</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/tausiah/'>tausiah</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/tki/'>tki</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/tkw/'>tkw</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naylat3.wordpress.com/1246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naylat3.wordpress.com/1246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naylat3.wordpress.com/1246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naylat3.wordpress.com/1246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/naylat3.wordpress.com/1246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/naylat3.wordpress.com/1246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/naylat3.wordpress.com/1246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/naylat3.wordpress.com/1246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naylat3.wordpress.com/1246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naylat3.wordpress.com/1246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naylat3.wordpress.com/1246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naylat3.wordpress.com/1246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naylat3.wordpress.com/1246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naylat3.wordpress.com/1246/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naylat3.wordpress.com&amp;blog=7414240&amp;post=1246&amp;subd=naylat3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naylat3.wordpress.com/2011/07/22/kasus-ibu-ruyati-sebagai-ujian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">naylat3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERBEDAAN ANTARA MALAIKAT DAN JIN</title>
		<link>http://naylat3.wordpress.com/2011/05/22/perbedaan-antara-malaikat-dan-jin/</link>
		<comments>http://naylat3.wordpress.com/2011/05/22/perbedaan-antara-malaikat-dan-jin/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 May 2011 01:33:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abunayla</dc:creator>
				<category><![CDATA[as-sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naylat3.wordpress.com/?p=1241</guid>
		<description><![CDATA[Diantara kaum muslimin ada yang tidak mengetahui tentang perbedaan antara malaikat yang mulia dengan jin dan syaitan. Bahkan penyimpangan sebagian umat sampai kepada taraf menyamakan antara malaikat dengan jin. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah dalam kitab “At Tafsir Al Kabir” yang disandarkan kepadanya (7/381), “Kaum musyrikin Arab dan ahli kitab meyakini adanya malaikat meskipun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naylat3.wordpress.com&amp;blog=7414240&amp;post=1241&amp;subd=naylat3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diantara kaum muslimin ada yang tidak mengetahui tentang perbedaan antara malaikat yang mulia dengan jin dan syaitan. Bahkan penyimpangan sebagian umat sampai kepada taraf menyamakan antara malaikat dengan jin.</p>
<p>Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah dalam kitab “At Tafsir Al Kabir” yang disandarkan kepadanya (7/381), “Kaum musyrikin Arab dan ahli kitab meyakini adanya malaikat meskipun mayoritas mereka menganggap bahwa malaikat dan syaitan itu merupakan satu jenis. Maka siapa diantara mereka yang keluar dari ketaatan kepada Allah Subhaanahu wata’aala, jatuhlah kedudukannya dan menjadi syaitan.“</p>
<p>Kaum musyrikin Arab dan ahli kitab mengingkari bahwa iblis adalah nenek moyang jin dan mengingkari pula bahwa jin itu menikah, melahirkan, makan dan minum. Bahkan sebagian orang Arab menyangka bahwa malaikat adalah keturunan jin sebagaimana yang disebutkan oleh sebagian ahli tafsir.</p>
<p>Penyebutan perbedaan keduanya bisa membantu kita untuk mengenal malaikat dengan pengenalan yang benar. Perbedaan-perbedaan tersebut adalah sebagai berikut:<span id="more-1241"></span></p>
<p>1. Malaikat diciptakan dari cahaya sedangkan jin diciptakan dari api. Hal ini ditunjukkan dalam hadits Aisyah Radhiallahu ‘anha dalam Shahih Muslim (2996) dia berkata, “bersabda Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam :</p>
<p>خُلِقَتِ المَلَائِكَةُ مِنْ‏‎ ‎نُوْرٍ وَخُلِقَ الجَانُّ مِنْ‏‎ ‎مَارِجٍ مِنْ نَارٍ</p>
<p>“Malaikat diciptakan dari cahaya dan jin diciptakan dari api yang bercampur dengan hitamnya api.”</p>
<p>Ini merupakan perbedaan yang mencolok dalam hal asal penciptaan, terlebih lagi ada perbedaan lain dalam sifat dan perbuatannya.</p>
<p>2. Nama-nama malaikat berbeda dengan nama-nama jin baik secara global maupun terperinci. Adapun nama-nama malaikat mengandung makna utusan. Maka malaikat bermakna para utusan Allah dan nama At Tasyaitan artinya yang melampaui batas. Nama-nama ini secara global sudah menunjukkan perbedaan apalagi secara terperinci. Sedangkan Al Iblis berasal dari kata Al Iblas, artinya yang berputus asa dari rahmat Allah Subhaanahu wata’aala.</p>
<p>Perhatikanlah nama Jibril, Mikail, Israfil dan yang lainnya. Engkau mendapati bahwa nama-nama malaikat itu adalah nama-nama yang indah dan bagus sedangkan nama-nama jin dan syaitan itu jelek.</p>
<p>3. Para malaikat diciptakan oleh Allah Subhaanahu wata’aala dengan tabiat selalu taat kepada Allah Subhaanahu wata’aala, dan tidak ada pilihan bagi malaikat apakah dia mau taat atau tidak.</p>
<p>Berbeda dengan jin, dimana Allah Subhaanahu wata’aala, menjadikan mereka mempunyai pilihan dan kehendak sebagaimana manusia. Siapa yang ingin beriman, maka dia memilihnya dan siapa yang ingin kekufuran, maka dia memilihnya. Tatkala jin diberi pilihan tersebut, banyak dari kalangan mereka yang memilih kekufuran daripada keimanan.</p>
<p>4. Para malaikat tidak memiliki syahwat. Oleh karena itu, mereka tidak makan, tidak minum dan tidak menikah. Adapun para jin, mereka makan, minum, menikah dan yang lainnya.</p>
<p>5. Para malaikat tidak pernah bermaksiat kepada Allah Subhaanahu wata’aala, sedikitpun walaupun hanya sekejap mata. Adapun mayoritas jin adalah kafir bahkan kekufuran pada mereka lebih banyak jika dibandingkan dengan kekufuran pada manusia. Apa yang tersebar bahwa Harut dan Marut adalah nama dua malaikat, tidaklah benar bahkan keduanya adalah jin.</p>
<p>Barangsiapa yang berpendapat bahwa keduanya adalah malaikat, mereka bersandar pada kisah-kisah Israiliyyat yang tidak bisa dijadikan sebagai sandaran dan tidak bisa ditegakkan sebagai hujjah serta tidak ada satu pun hadits shahih tentang hal ini.</p>
<p>6. Malaikat jauh lebih kuat daripada jin. Bahkan sebagian malaikat, ada yang tidak bisa dibandingkan kekuatannya dengan seluruh jin seperti Malakul Maut. Malakul Maut hanya seorang diri, namun dia mampu mencabut ruh-ruh dari penduduk barat dan timur dalam waktu sekejap. Sungguh Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, telah melihat Jibril dan dia memiliki 600 sayap. Hadits ini terdapat dalam Shahih Bukhari (4856) dari hadits Ibnu Mas’ud radiallohu ‘anhu.</p>
<p>Ada juga 8 malaikat yang memikul ‘Arsy. Sungguh Allah Subhaanahu wata’aala, telah menjadikan para malaikat sebagai bala tentaranya yang paling kuat dan Allah Subhaanahu wata’aala, memperlihatkan seluruh jagat raya kepada mereka dan kekuatan mereka pun berbeda- beda. Allah Subhaanahu wata’aala, berfirman:</p>
<p>جَاعِلِ الْمَلَائِكَةِ‏‎ ‎رُسُلًا أُولِي أَجْنِحَةٍ‏‎ ‎مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ‏‎ ‎يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا‎ ‎يَشَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى‎ ‎كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ</p>
<p>“Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan yang mempunyai sayap, masing-masing dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Fathir : 1)</p>
<p>7. Para malaikat lebih utama dari para jin baik dalam hal penciptaan, bentuk, perbuatan maupun keadaan.</p>
<p>8. Malaikat memiliki jumlah yang sangat banyak dan jumlahnya melebihi jumlah jin, manusia dan hewan karena mereka senantiasa mengurusi para makhluk tersebut dan mengurusi yang lainnya. Diantara mereka ada yang ruku’, ada yang sujud, adapula yang bertasbih dan beristighfar serta yang lainnya.</p>
<p>9. Allah Subhaanahu wata’aala, menciptakan malaikat untuk melayani bani Adam dan merekapun (para malaikat) senantiasa melakukan tugas tersebut. Adapun mayoritas jin berusaha menyesatkan manusia dan menyimpangkan mereka dari jalan Allah Subhaanahu wata’aala. Yang berada di baris terdepannya adalah nenek moyang mereka yaitu Iblis sebagaimana yang telah diketahui secara pasti dalam agama ini.</p>
<p>10. Para malikat bertugas mengurusi jin dan membantu mereka sesuai dengan kehendak Allah Subhaanahu wata’aala.</p>
<p>11. Malaikat mampu melihat jin di setiap waktu. Adapun jin tidak bisa melihat malaikat kecuali jika malaikat itu berubah bentuk dengan bentuk yang mampu dilihat oleh jin. Karena jika jin melihat malaikat, maka tidak tersisa sedikitpun dari ilmu ghaib yang wajib diimani oleh mereka.</p>
<p>12. Allah Subhaanahu wata’aala menciptakan malaikat sebelum menciptakan jin. Dalil yang menunjukkan tentang hal ini adalah bahwa diantara para malaikat ada yang bertugas memikul ‘Arsy sedangkan kita sudah mengetahui bahwa Arsy itu diciptakan sebelum Allah Subhaanahu wata’aala menciptakan langit dan bumi serta apa-apa yang ada di antara keduanya.</p>
<p>13. Malaikat merupakan alam ghaib bagi jin. Oleh karena itu, Allah Subhaanahu wata’aala, mewajibkan kepada jin untuk beriman kepada para malaikat.</p>
<p>14. Malaikat mampu menguasai jin dengan izin Allah Subhaanahu wata’aala. Oleh karena itu, malaikat mampu melihat jin dan mencabut ruh-ruh mereka serta mampu menghalangi kaum jin ketika hendak menyakiti manusia sesuai dengan kehendak Allah Subhaanahu wata’aala. Adapun jin tidak mampu menguasai para malaikat dan hal ini sudah diketahui secara pasti.</p>
<p>15. Para malaikat secara umum disifati dengan sifat-sifat yang terpuji. Allah Subhaanahu wata’aala berfirman tentang mereka:</p>
<p>يَخَافُونَ رَبَّهُمْ مِنْ‏‎ ‎فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا‎ ‎يُؤْمَرُونَ</p>
<p>“Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan.” (QS. An Nahl : 50)</p>
<p>وَهُمْ مِنْ خَشْيَتِهِ‏‎ ‎مُشْفِقُونَ</p>
<p>“Dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.” (QS. Al-Anbiya : 28)</p>
<p>Allah Subhaanahu wata’aala juga berfirman :</p>
<p>لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا‎ ‎أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا‎ ‎يُؤْمَرُونَ</p>
<p>“Dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS At Tahrim:6 )</p>
<p>Allah Subhaanahu wata’aala juga berfirman :</p>
<p>بَلْ عِبَادٌ مُكْرَمُونَ لَا‎ ‎يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ‏‎ ‎وَهُمْ بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ</p>
<p>“Bahkan mereka adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintahNya.“ (QS. Al Anbiya: 26-27)</p>
<p>Adapun mayoritas jin memiliki sifat-sifat yang jelek, seperti memberikan waswas, menghiasi perbuatan jelek sebagai satu kebaikan, memalingkan, membuat makar dan tipu daya, melampaui batas serta berbuat zhalim dan sebagainya.</p>
<p>16. Malaikat tidak berjenis kelamin laki-laki ataupun perempuan. Kaum jahiliyah telah terjatuh ke dalam kesalahan yang besar ketika mereka mengatakan : “Para malaikat adalah anak-anak perempuan Allah.” Allah Subhaanahu wata’aala berfirman :</p>
<p>وَجَعَلُوا الْمَلَائِكَةَ‏‎ ‎الَّذِينَ هُمْ عِبَادُ‏‎ ‎الرَّحْمَنِ إِنَاثًا‎ ‎أَشَهِدُوا خَلْقَهُمْ‏‎ ‎سَتُكْتَبُ شَهَادَتُهُمْ‏‎ ‎وَيُسْأَلُونَ</p>
<p>“Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaikat-malaikat itu? Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggung-jawaban.“ (QS. Az Zukhruf : 19)</p>
<p>Allah Subhaanahu wata’aala, berfirman mengabarkan tentang mereka:</p>
<p>أَصْطَفَى الْبَنَاتِ عَلَى‎ ‎الْبَنِينَ مَا لَكُمْ كَيْفَ‏‎ ‎تَحْكُمُونَ</p>
<p>“Apakah Tuhan memilih anak-anak perempuan daripada anak laki-laki? Apakah yang terjadi padamu? Bagaimana kamu menetapkan?“ (QS. Ash Shaffaat : 153-154)</p>
<p>Mereka (para malaikat) tidak disifati laki-laki karena hal ini mengharuskan bahwa diantara mereka ada yang perempuan, akan tetapi mereka dikatakan sebagai hamba-hamba Ar Rahman dan tentara-tentara Allah Subhaanahu wata’aala<br />
sebagaimana Al-Qur’an menamakan mereka dengan hamba-hamba Ar Rahman.</p>
<p>Adapun jin, ada yang laki-laki dan ada juga yang perempuan. Hal ini sudah diketahui secara pasti dalam agama. Allah Subhaanahu wata’aala, berfirman tentang iblis nenek moyang jin:</p>
<p>أَفَتَتَّخِذُونَهُ‏‎ ‎وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ‏‎ ‎مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ‏‎ ‎عَدُوٌّ</p>
<p>“Patutkah kamu mengambil dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu?“ (QS. Al-Kahfi : 50)</p>
<p>17. Para malaikat senantiasa menolong di atas kebaikan kepada para nabi dan rasul serta para pengikutnya. Oleh karena itu, malaikat merupakan sumber kebaikan terhadap manusia dengan cara memberikan ilham kepada manusia. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah sebagaimana yang disebutkan di dalam “Majmu Fatawa” (4/34) : “Maka sumber ilmu yang benar dan kehendak yang baik itu berasal dari ilham para malaikat dan sumber keyakinan yang batil serta kehendak yang buruk dari bisikan syaitan.”</p>
<p>Malaikat tidak pernah menolong para tukang sihir dan ahli nujum dan tidak pula membantu orang-orang yang sesat, rusak dan menentang syari’at. Berbeda dengan syaitan dari kalangan jin. Mereka memberi kekuatan dan pertolongan pada setiap kejelekan, kerusakan dan kejahatan. Bahkan mereka adalah sumber segala kefasikan, kekufuran dan kefajiran.</p>
<p>18. Para malaikat tinggal di langit. Allah Subhaanahu wata ’aala, berfirman :</p>
<p>تَكَادُ السَّمَاوَاتُ‏‎ ‎يَتَفَطَّرْنَ مِنْ‏‎ ‎فَوْقِهِنَّ وَالْمَلَائِكَةُ‏‎ ‎يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ‏‎ ‎رَبِّهِمْ</p>
<p>“Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atas dan malaikat-malaikat bertasbih serta memuji Tuhan-nya dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Penyayang.“ (QS. Asy Syura : 5)</p>
<p>Yang menjadi inti adalah lafazh “dari atas mereka.”</p>
<p>Allah Subhaanahu wata’aala, juga berfirman :</p>
<p>فَإِنِ اسْتَكْبَرُوا‎ ‎فَالَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ‏‎ ‎يُسَبِّحُونَ لَهُ بِاللَّيْلِ‏‎ ‎وَالنَّهَارِ وَهُمْ لَا‎ ‎يَسْأَمُونَ</p>
<p>“Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya di malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu.” (QS. Fushshilat :38)</p>
<p>Allah Subhaanahu wata’aala, juga berfirman :</p>
<p>وَمَا نَتَنَزَّلُ إِلَّا‎ ‎بِأَمْرِ رَبِّكَ</p>
<p>“Dan tidaklah kami turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu.“ (QS. Maryam : 64)</p>
<p>Maka mereka turun dari langit ke bumi. Adapun para syaitan dimana iblis berada di baris terdepan, mereka tinggal di bumi. Mayoritas mereka tinggal di tempat-tempat yang kotor seperti tempat-tempat najis, tempat sampah, tempat buang air kecil dan besar serta tempat-tempat lainnya yang kotor. Maka demikian jauh perbedaan antara yang tinggal di langit dan yang tinggal di bumi. Bagaimana mungkin dibandingkan dengan yang biasa tinggal di tempat-tempat yang kotor?</p>
<p>19. Para malaikat bisa terbang ke langit yang tinggi karena asal penciptaan malaikat mampu terbang ke atas langit yang tinggi dan kemana saja sesuai dengan kehendak Allah Subhaanahu wata’aala. Berbeda dengan jin dimana asal penciptaan mereka tidak mampu terbang namun hanya berjalan melata di permukaan bumi dan bisa terbang jika mereka berubah bentuk. Adapun kemampuan terbang jin itu sangat lemah jika dibandingkan dengan kemampuan terbang para malaikat.</p>
<p>20. Para malaikat mampu menembus penghalang-penghalang bahkan bisa sampai menembus ke bumi yang ketujuh, sebagaimana yang telah diketahui bahwa para malaikat senantiasa mengurusi dunia dan segala isinya. Allah Subhaanahu wata’aala, berfirman menyebutkan tentang sifat malaikat:</p>
<p>فَالْمُدَبِّرَاتِ أَمْرًا</p>
<p>”Dan yang mengatur urusan.” (QS. An Naziat : 5)</p>
<p>Permusuhan antara jin dan para malaikat itu akan senantiasa ada. Para malaikat memusuhi iblis dan siapa saja yang bersamanya bahkan mereka melaknat iblis dan para pengikutnya. Allah Subhaanahu wata’aala, befirman :</p>
<p>إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا‎ ‎وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ‏‎ ‎أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ لَعْنَةُ‏‎ ‎اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ‏‎ ‎وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ</p>
<p>“Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para Malaikat dan manusia seluruhnya.“ (QS. Al Baqarah :161)</p>
<p>Dan dalil-dalil lainnya baik dari ayat-ayat Al-Qur’an maupun hadits-hadits Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam.</p>
<p>Dari perbedaan-perbedaan tersebut di atas jelaslah bahwa malaikat tidak bisa disamakan dengan jin dan syaitan baik dalam hal penciptaan, bentuk, nama, sifat, dan perbuatan dari awal sampai akhirnya. Barangsiapa yang menyamakan antara keduanya, sungguh dia telah sesat dari jalan yang lurus.</p>
<p>Sumber : Kitab Terjemah : “HUKUM BERINTERKASI DENGAN JIN” Hal 25-36, Penulis: Asy Syaikh Abu Nashr Muhammad bin Abdillah Al-Imam Hafizhahulloh. Pustaka At Tsabat.</p>
<br />Filed under: <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/as-sunnah/'>as-sunnah</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/islam/'>islam</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naylat3.wordpress.com/1241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naylat3.wordpress.com/1241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naylat3.wordpress.com/1241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naylat3.wordpress.com/1241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/naylat3.wordpress.com/1241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/naylat3.wordpress.com/1241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/naylat3.wordpress.com/1241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/naylat3.wordpress.com/1241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naylat3.wordpress.com/1241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naylat3.wordpress.com/1241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naylat3.wordpress.com/1241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naylat3.wordpress.com/1241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naylat3.wordpress.com/1241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naylat3.wordpress.com/1241/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naylat3.wordpress.com&amp;blog=7414240&amp;post=1241&amp;subd=naylat3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naylat3.wordpress.com/2011/05/22/perbedaan-antara-malaikat-dan-jin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">naylat3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Penggunaan PC Agar Ramah Lingkungan</title>
		<link>http://naylat3.wordpress.com/2011/04/21/tips-penggunaan-pc-agar-ramah-lingkungan/</link>
		<comments>http://naylat3.wordpress.com/2011/04/21/tips-penggunaan-pc-agar-ramah-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Apr 2011 22:45:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abunayla</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[sains]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[HEMAT ENERGY]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[laptop]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[tips komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naylat3.wordpress.com/?p=1233</guid>
		<description><![CDATA[Komputer tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari masa kini. Bekerja, mencari hiburan, atau melakukan aktivitas sosial cukup bergantung dengan penggunaan komputer. Kecenderungan ini mengakibatkan naiknya penggunaan dan biaya untuk energi tiap tahunnya. Menyambut Hari Bumi yang akan digelar pada 22 April 2011 ini, APC by Schneider Electric memberikan tips dalam menggunakan komputer secara efisien untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naylat3.wordpress.com&amp;blog=7414240&amp;post=1233&amp;subd=naylat3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://naylat3.wordpress.com/2011/04/21/tips-penggunaan-pc-agar-ramah-lingkungan/72156_ilustrasi_teknologi_ramah_lingkungan_300_225/" rel="attachment wp-att-1234"><img class="alignleft size-full wp-image-1234" title="72156_ilustrasi_teknologi_ramah_lingkungan_300_225" src="http://naylat3.files.wordpress.com/2011/04/72156_ilustrasi_teknologi_ramah_lingkungan_300_225.jpg?w=600" alt=""   /></a>Komputer tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari masa kini. Bekerja, mencari hiburan, atau melakukan aktivitas sosial cukup bergantung dengan penggunaan komputer. Kecenderungan ini mengakibatkan naiknya penggunaan dan biaya untuk energi tiap tahunnya.</p>
<p>Menyambut Hari Bumi yang akan digelar pada 22 April 2011 ini, APC by Schneider Electric memberikan tips dalam menggunakan komputer secara efisien untuk menghemat biaya, memperpanjang usia perangkat komputer dan sekaligus membantu menyelamatkan bumi.<span id="more-1233"></span></p>
<p>• Matikan komputer di malam hari sehingga komputer hanya digunakan selama 8 jam – untuk menghemat penggunaan energi hingga 810kWh per tahun dan 67 persen penggunaan.<br />
• Sambungkan komputer ke surge protector dengan master control outlet, sehingga sistem secara otomatis dapat mengetahui saat komputer tidak digunakan untuk kemudian memutus sambungan listrik ke komputer dan perlengkapannya.<br />
• Gunakan monitor LCD karena menggunakan lebih sedikit energi dan tidak membuat mata bekerja lebih keras seperti pada CRT.<br />
• Beli komputer yang dilengkapi fitur Energy Star. Sebagai catatan, laptop juga menggunakan lebih sedikit energi dibandingkan desktop.<br />
• Rencanakan penggunaan komputer sehingga semua kegiatan dapat diselesaikan dalam satu waktu, dan matikan saat tidak lagi digunakan.<br />
• Pertimbangkan menggunakan monitor yang lebih kecil. Monitor berukuran 14 inci menggunakan 40 persen energi lebih rendah dibandingkan dengan monitor 17 inci.<br />
• Aktifkan mode standby/sleep dan pengaturan penggunaan energi.<br />
• Lupakan screen saver karena ia tidak menghemat energi kecuali kalau Anda masih menggunakan monitor monochrome versi lawas.<br />
• Lihat ulang rancangan dokumen dan email di layar daripada mencetaknya.<br />
• Matikan monitor saat tidak digunakan dari pada menggunakan screen saver.<br />
• Pertimbangkan untuk menggunakan printer ink-jet – walaupun lebih lambat dari pada menggunakan printer laser, tapi inkjet menggunakan 80-90 persen energi lebih sedikit.<br />
• Belilah produk tinta yang berbahan dasar dari tumbuhan atau non-minyak – karena produk tersebut dibuat dari sumber yang didaur ulang, membutuhkan lebih sedikit penggunaan materi berbahaya dan menghasilkan warna yang lebih terang dan jernih.<br />
• Matikan printer dan semua perangkat pelengkap lainnya apabila tidak digunakan.<br />
• Jangan biarkan komputer tetap menyala pada malam hari atau pada akhir pekan.<br />
• Pilihlah warna yang gelap sebagai latar belakang tampilan layar, karena tampilan warna terang menggunakan lebih banyak energi.<br />
• Kurangi tingkat pencahayaan ruangan pada saat bekerja menggunakan komputer.<br />
• Gunakan jaringan dan berbagi printer apabila memungkinkan.<br />
• Cetaklah dengan menggunakan kertas daur ulang. Gunakan kertas yang tidak menggunakan klorin dengan 50 hingga 100 persen post-consumer waste.<br />
• Cetak di dua sisi kertas.<br />
• Komunikasi melalui email sebagai alternatif pengganti memo dan fax.</p>
<p>Saat ini, terjadi kesalahan persepsi atau mitos penggunaan komputer yang sering terjadi pada penggunaan sehari-hari, termasuk salah satunya adalah anjuran untuk tidak mematikan komputer.</p>
<p>Sebenarnya, komputer dirancang untuk menghadapi 40.000 kali siklus on/off, dan apabila komputer digunakan secara normal maka komputer dapat berusia dari lima hingga tujuh tahun. Sehingga dengan mematikan komputer, kita tidak hanya mengurangi penggunaan energi, tetapi juga mengurangi heat stress pada komputer.</p>
<p>Anggapan kedua yang banyak beredar mengatakan bahwa dengan mematikan dan kembali menyalakan komputer akan lebih banyak menggunakan energi daripada meninggalkannya dalam keadaan menyala. Pada kenyataannya, penggunaan energi yang digunakan CPU untuk melakukan boot up jauh lebih sedikit dibandingkan dengan meninggalkan komputer menyala lebih dari tiga menit.</p>
<p>Selain itu, anggapan bahwa koneksi jaringan akan terputus pada saat komputer dalam kondisi low-power/sleep mode juga tidak benar. Komputer terbaru dirancang agar tidak mengalami kehilangan koneksi atau data meskipun dalam keadaan sleep mode. CPU yang dilengkapi dengan teknologi Wake on LAN (WOL) dapat ditinggalkan dalam keadaan sleep mode semalaman dan keesokan harinya pengguna telah menerima data yang dikirim. (sj)<br />
• VIVAnews</p>
<br />Filed under: <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/berita/'>BERITA</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/internet/'>internet</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/sains/'>sains</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a> Tagged: <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/hemat-energy/'>HEMAT ENERGY</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/komputer/'>komputer</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/laptop/'>laptop</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/teknologi/'>teknologi</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/tips-komputer/'>tips komputer</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naylat3.wordpress.com/1233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naylat3.wordpress.com/1233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naylat3.wordpress.com/1233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naylat3.wordpress.com/1233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/naylat3.wordpress.com/1233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/naylat3.wordpress.com/1233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/naylat3.wordpress.com/1233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/naylat3.wordpress.com/1233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naylat3.wordpress.com/1233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naylat3.wordpress.com/1233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naylat3.wordpress.com/1233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naylat3.wordpress.com/1233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naylat3.wordpress.com/1233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naylat3.wordpress.com/1233/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naylat3.wordpress.com&amp;blog=7414240&amp;post=1233&amp;subd=naylat3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naylat3.wordpress.com/2011/04/21/tips-penggunaan-pc-agar-ramah-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">naylat3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://naylat3.files.wordpress.com/2011/04/72156_ilustrasi_teknologi_ramah_lingkungan_300_225.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">72156_ilustrasi_teknologi_ramah_lingkungan_300_225</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>9 Aplikasi Peningkat Kinerja Ponsel</title>
		<link>http://naylat3.wordpress.com/2011/03/31/9-aplikasi-peningkat-kinerja-ponsel/</link>
		<comments>http://naylat3.wordpress.com/2011/03/31/9-aplikasi-peningkat-kinerja-ponsel/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Mar 2011 23:55:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abunayla</dc:creator>
				<category><![CDATA[ponsel]]></category>
		<category><![CDATA[sains]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi hape]]></category>
		<category><![CDATA[ram]]></category>
		<category><![CDATA[tips dan trik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naylat3.wordpress.com/?p=1231</guid>
		<description><![CDATA[Anda pasti kesal mendapatkan ponsel terasa berat, saat menjalankan aplikasi atau fitur di dalamnya. Dengan banyaknya aplikasi yang ditanamkan, wajar bila ponsel sedikit melambat. Apalagi, jika aplikasi yang diinstal tersimpan di kartu memori yang membutuhkan proses dan resources lebih besar. Tak perlu sewot, pasalnya masih banyak cara yang bias ditempuh untuk untuk meningkatkan kembali kinerja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naylat3.wordpress.com&amp;blog=7414240&amp;post=1231&amp;subd=naylat3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Anda pasti kesal mendapatkan ponsel terasa berat,  saat menjalankan aplikasi atau fitur di dalamnya. Dengan banyaknya  aplikasi yang ditanamkan, wajar bila ponsel sedikit melambat. Apalagi,  jika aplikasi yang diinstal tersimpan di kartu memori yang membutuhkan  proses dan resources lebih besar.</div>
<div>Tak  perlu sewot, pasalnya masih banyak cara yang bias ditempuh untuk untuk  meningkatkan kembali kinerja ponsel yang sudah mulai berat. Coba saja  manfaatkan aplikasi pengoptimalan kartu memori atau baterai, plus  terapkan management data yang baik pada ponsel.<br />
Berikut ini beberapa aplikasi yang dapat Anda manfaatkan untuk meningkatkan kinerja ponsel.<span id="more-1231"></span></div>
<div><strong>1. RamBlow</strong><br />
Aplikasi  RamBlow v1.30 S60v3 S60v5 ini akan secara otomatis mengatur managemen  memori pada ponsel sehingga kesehatan memori dapat terjaga saat  mengeksekusi aplikasi yang sedang berjalan. Aplikasi ini mempertahankan  jumlah memori yang bebas digunakan sehingga aplikasi dapat berjalan  dengan mulus.</p>
<p>Sesuai dengan namanya, RamBlow, aplikasi ini dapat  meningkatkan kapasitas memori sehingga menjadi lebih besar dari  kapasitas yang sebenarnya ada. Aplikasi ini mudah digunakan dan dapat  berjalan dilatar belakang. Aplikasi ini membuat ponsel Anda tidak  mengalami lack meski menjalankan aplikasi yang berat.</p>
<p>Aplikasi ini dapat didownload <a href="http://www.symbianzone.co.cc/2010/10/ram-blow-v130-symbian-os-94-s60v5.html">disini </a></p>
<div><a href="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/Kinerja_hp/s5_482_ramblow.jpg" target="_blank"><img src="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/Kinerja_hp/s5_482_ramblow.jpg" border="0" alt="" width="225" height="400" /></a></div>
</div>
<div><strong>2. MemoryUp Professional Mobile RAM</strong><br />
EMobiStudio  MemoryUp Professional Mobile RAM Booster v3.50 merupakan aplikasi yang  mampu meningkatkan (boost) kinerja memori. Aplikasi sejenis ini  sebenarnya banyak, hanya saja ‘Memory Up’ ini mampu menganalisa dan  membuat cadangan RAM secara efisien dan mampu memonitor sistem ponsel.  Bahkan aplikasi ini dapat menganalisa dan menghentikan penyebab ponsel  lack jika perlu.</p>
<p>MemoryUp menggunakan management ‘java virtual  machine’ yang didesain untuk pengguna smartphone. Disarankan penggunaan  MemoryUp ini jangan terlalu sering, dan sedapat mungkin hanya digunakan  jika kondisi ponsel sudah mulai terasa berat.<br />
Aplikasi ini dapat didownload <a href="http://www.4shared.com/file/mvF3HIdL/MemoryUp_Professional_Mobile_R.html">disini </a></p>
<div><a href="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/Kinerja_hp/s5_238_emobistudiomemoryupprofessionalmobilerambooster.jpg" target="_blank"><img src="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/Kinerja_hp/s5_238_emobistudiomemoryupprofessionalmobilerambooster.jpg" border="0" alt="" width="240" height="320" /></a></div>
<p><strong>3. MemoryInfo</strong><br />
Aplikasi  MemoryInfo v0.21 Beta Flash Widget dapat menampilkan secara detil  jumlah memori yang digunakan, memori yang tersisa dengan tampilan  berbentuk bar (batang). Meskipun sekedar informasi kondisi memori yang  ada, paling tidak aplikasi dapat dijadikan alat peringatan bila kondisi  memori sudah mulai mengalami masalah.<br />
Aplikasi ini dapat didownload<a href="http://www.mobicreed.com/tag/memoryinfo-v0-21/"> disini </a></p>
<div><a href="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/Kinerja_hp/s5_394_meminfo.jpg" target="_blank"><img src="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/Kinerja_hp/s5_394_meminfo.jpg" border="0" alt="" width="225" height="400" /></a></div>
<p><strong>4. Capree iON Battery</strong><br />
Capree  iON BatteryTimer v1.05 S60v3/v5 merupakan aplikasi gratis yang  menginformasikan kondisi ketahanan baterai. Berapa lama baterai dapat  digunakan ditampilkan tidak hanya dalam kondisi persentase tetapi juga  pemakaian rata-rata. Fitur tambahan pada aplikasi ini adalah tersedianya  notifikasi bila ada panggilan tidak terjawab, SMS dan email yang belum  terbaca, profile yang digunakan dan lainnya.</p>
<p>Saat instalasi Anda  akan diminta untuk menginstalnya di memori internal dan bukan di kartu  memori. Aplikasi ini juga menggunakan kapasitas CPU sekitar 1% saat  digunakan.<br />
Aplikasi ini dapat didownload <a href="http://www.4shared.com/file/0z-I3EvN/N8FanClubcomCapreeiONBatteryTi.html">disini </a></p>
<div><a href="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/Kinerja_hp/s5_465_capreeionbatterytimer.jpg" target="_blank"><img src="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/Kinerja_hp/s5_465_capreeionbatterytimer.jpg" border="0" alt="" width="225" height="400" /></a></div>
<p><strong>5. Battery Extender</strong><br />
Battery  Extender v1.14.1 S60v3 S60v5 keluaran Ravensoft ini merupakan versi  perbaikan dari versi sebelumnya. Aplikasi dapat menampilkan berapa lama  saat kritis baterai dapat digunakan. Tersedia banyak profile tambahan  untuk kondisi yang berbeda. Dengan adanya profile ‘enable battery  extender&#8217;s max’, Anda dapat memanfaatkan baterai dengan lebih optimal  dari yang biasanya.</p>
<p>Selain itu, aplikasi ini dapat menghentikan  penggunaan baterai dari hal yang tidak perlu seperti pemakaian fitur GPS  yang berlebihan atau mematikan aplikasi ‘Google Maps’ saat baterai  sedang kritis.<br />
Aplikasi ini dapat didownload <a href="http://www.4shared.com/file/5RCN_wER/Ravensoft_Battery_Extender__v1.html">disini</a></p>
<div><a href="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/Kinerja_hp/s5_357_ravensoft_battery_extender_v1.jpg" target="_blank"><img src="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/Kinerja_hp/s5_357_ravensoft_battery_extender_v1.jpg" border="0" alt="" width="225" height="300" /></a></div>
<p><strong>6. Nokia Energy Profiler</strong><br />
Aplikasi  yang khusus diperuntukkan buat ponsel Nokia ini mampu melakkan test dan  memonitor aplikasi yang sedang digunakan secara ‘realtime’. Jadi bila  ada aplikasi yang menyedot penggunaan memori dan CPU secara berlebihan,  Anda dapat segera mematikannya.<br />
Aplikasi ini dapat didownload <a href="http://www.symbian-freeware.com/download-nokia-energy-profiler.html">disini</a></p>
<div><a href="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/Kinerja_hp/s5_425_nokia_energy_profiler_s60_5th_touch.jpg" target="_blank"><img src="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/Kinerja_hp/s5_425_nokia_energy_profiler_s60_5th_touch.jpg" border="0" alt="" width="225" height="400" /></a></div>
<p><strong>7. Jbak TaskMan</strong><br />
Jbak  TaskMan v1.37 S60v3 S60v5 merupakan aplikasi gratis yang berfungsi  memaksimalkan ‘task manager’. Aplikasi ini dapat menggantikan ‘system  task-list’ bawaan ponsel. Dengan beragam fitur untuk ‘managing task’,  ‘processes’ dan ‘quick running of applications’, aplikasi ini dapat  mengkostumisasi banyak hal dengan menu key. Jadi, Anda dapat menambahkan  program, dokumen, nomor kontak atau SMS kedalam ‘quick launch’ serta  masih banyak lagi.<br />
Aplikasi ini dapat didownload<a href="http://www.4shared.com/file/wIWwbjXk/Jbak_TaskMan_v137_S60v3_S60v5_.html"> disini</a></p>
<div><a href="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/Kinerja_hp/s5_344_jbaktaskmanv137-bener.jpg" target="_blank"><img src="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/Kinerja_hp/s5_344_jbaktaskmanv137-bener.jpg" border="0" alt="" width="242" height="319" /></a></div>
<p><strong>8. PowerBoot</strong><br />
Mirip  seperti Jbak TaskMan namun dengan fitur yang lebih sederhana,  ‘Powerboot’ merupakan aplikasi sistem management yang dapat membantu  Anda mengatur ‘processing’, memori dan lainnya menjadi lebih baik.<br />
Aplikasi ini dapat didownload <a href="http://www.symbian-freeware.com/download-powerboot.html">disini</a></p>
<div><a href="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/Kinerja_hp/s5_88_powerboot_s60_3_0_v_3_0_0.jpg" target="_blank"><img src="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/Kinerja_hp/s5_88_powerboot_s60_3_0_v_3_0_0.jpg" border="0" alt="" width="225" height="400" /></a></div>
<p><strong>9. Best Taskman</strong><br />
Best  Taskman didesain untuk mengatur aplikasi dan ‘tasks control’. Kemampuan  menjalankan fungsi ‘quickstart’ untuk aplikasi favorit yang terdapat  pada ponsel Anda membuat aplikasi ini dapat lebih dieksplorasi. Termasuk  didalamnya menterminasi aplikasi pihak ketiga yang tidak perlu  dijalankan.<br />
Aplikasi ini dapat didownload <a href="http://store.ovi.com/content/5808">disini</a></p>
<div><a href="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/Kinerja_hp/s5_419_best_taskman.jpg" target="_blank"><img src="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/Kinerja_hp/s5_419_best_taskman.jpg" border="0" alt="" width="225" height="400" /></a></div>
</div>
<div>Selamat Mencoba&#8230;</div>
<div>sumber: tabloidpulsa.co.id</div>
<br />Filed under: <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/ponsel/'>ponsel</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/sains/'>sains</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a> Tagged: <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/aplikasi/'>aplikasi</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/aplikasi-hape/'>aplikasi hape</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/ponsel/'>ponsel</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/ram/'>ram</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/tips-dan-trik/'>tips dan trik</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naylat3.wordpress.com/1231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naylat3.wordpress.com/1231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naylat3.wordpress.com/1231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naylat3.wordpress.com/1231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/naylat3.wordpress.com/1231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/naylat3.wordpress.com/1231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/naylat3.wordpress.com/1231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/naylat3.wordpress.com/1231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naylat3.wordpress.com/1231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naylat3.wordpress.com/1231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naylat3.wordpress.com/1231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naylat3.wordpress.com/1231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naylat3.wordpress.com/1231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naylat3.wordpress.com/1231/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naylat3.wordpress.com&amp;blog=7414240&amp;post=1231&amp;subd=naylat3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naylat3.wordpress.com/2011/03/31/9-aplikasi-peningkat-kinerja-ponsel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">naylat3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/Kinerja_hp/s5_482_ramblow.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/Kinerja_hp/s5_238_emobistudiomemoryupprofessionalmobilerambooster.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/Kinerja_hp/s5_394_meminfo.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/Kinerja_hp/s5_465_capreeionbatterytimer.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/Kinerja_hp/s5_357_ravensoft_battery_extender_v1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/Kinerja_hp/s5_425_nokia_energy_profiler_s60_5th_touch.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/Kinerja_hp/s5_344_jbaktaskmanv137-bener.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/Kinerja_hp/s5_88_powerboot_s60_3_0_v_3_0_0.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/Kinerja_hp/s5_419_best_taskman.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Asyiknya Firefox Versi Mobile</title>
		<link>http://naylat3.wordpress.com/2011/03/31/asyiknya-firefox-versi-mobile/</link>
		<comments>http://naylat3.wordpress.com/2011/03/31/asyiknya-firefox-versi-mobile/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Mar 2011 23:52:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abunayla</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[download]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[ponsel]]></category>
		<category><![CDATA[sains]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[browser]]></category>
		<category><![CDATA[fennect]]></category>
		<category><![CDATA[firefox mobile]]></category>
		<category><![CDATA[maemo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naylat3.wordpress.com/?p=1227</guid>
		<description><![CDATA[Buat pengguna PC yang senang internet-an pasti tak asing dengan bowser Mozilla Firefox. Browser yang terkenal dengan seabreg add-on ini membuat pengguna dapat melakukan kustomisasi yang membuat pengguna dapat tampil beda. Tidak hanya add-ons, sidebar, extensions dan themes juga dapat ditambahkan. Konon karena gandrungnya dengan browser ini, penggemarnya fanatiknya dapat bergabung di firefoxfans.com. Nah, bagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naylat3.wordpress.com&amp;blog=7414240&amp;post=1227&amp;subd=naylat3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1228" href="http://naylat3.wordpress.com/2011/03/31/asyiknya-firefox-versi-mobile/firefoxmobile-2/"><img class="alignleft size-full wp-image-1228" title="firefoxmobile" src="http://naylat3.files.wordpress.com/2011/03/firefoxmobile1.jpeg?w=600" alt=""   /></a>Buat pengguna PC yang senang internet-an pasti tak asing dengan bowser  Mozilla Firefox. Browser yang terkenal dengan seabreg add-on ini membuat  pengguna dapat melakukan kustomisasi yang membuat pengguna dapat tampil  beda. Tidak hanya add-ons, sidebar, extensions dan themes juga dapat  ditambahkan.</p>
<p>Konon karena gandrungnya dengan browser ini,  penggemarnya fanatiknya dapat bergabung di firefoxfans.com. Nah, bagi  Anda pengguna dan penggemar Firefox, kini browser tersebut dapat  dinikmati di ponsel. Untuk versi ponsel, browser ini dinamakan Fennec.<span id="more-1227"></span></p>
<p>Meskipun  browser ini baru dapat dinikmati pada ponsel dengan OS (operating  system) Maemo dan Android, kemungkinan browser ini akan merambah OS  lainnya. Mau tau apa saja kelebihannya, ikuti langkah berikut.</p>
<p>1.  Download aplikasi di http://www.mozilla.com/en-US/mobile/download/ atau  lewat browser bawaan    ponsel dapat mengunjunginya  di                        www.firefox.com/m .</p>
<p>&nbsp;</p>
<div><a href="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-01.jpg" target="_blank"><img src="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-01.jpg" border="0" alt="" width="400" height="236" /></a></div>
<p>2.  Setelah browser diinstal dan dijalankan, Anda akan diperlihatkan dengan  halaman awal berupa    fitur sinkronisasi antara ponsel dan PC, fitur  kustomisasi browser dan pengaturan saat awal    membuka browser ini  nantinya.</p>
<div><a href="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-34.jpg" target="_blank"><img src="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-34.jpg" border="0" alt="" width="400" height="238" /></a></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>3.  Pada fitur kustomisasi , menu pertama yang tampak adalah pengaturan  perlu tidaknya    sinkronisasi, halaman awal apa yang hendak ditampilkan  dan beragam pengaturan lainnya.    Layaknya browser pada PC/laptop,  menu kedua berisi halaman download dimana Anda dapat membuka    hasilnya  download atau membuangnya (delete).</p>
<div><a href="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-38.jpg" target="_blank"><img src="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-38.jpg" border="0" alt="" width="400" height="238" /></a></div>
<div><a href="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-31.jpg" target="_blank"><img src="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-31.jpg" border="0" alt="" width="400" height="238" /></a></div>
<div>4.  Menu ketiga pada pengaturan adalah update add-ons. Saat ini masih  puluhan add-ons yang dapat    Anda tambahkan, mulai dari bigger text  (tampilan huruf menjadi lebih besar), firefound    (sejenis anti theft),  easy reading (menampilkan halaman dalam satu layar penuh) dan masih     banyak lagi. Pilih add-ons sesuai kebutuhan Anda, karena tidak semua  add-ons harus Anda    tambahkan. Bila Anda selesai menambahkan add-ons,  browser akan meminta Anda melakukan    ‘restart’. Sedangkan fitur  lanjutan berkaitan dengan ‘beta tester tools’. Ini merupakan fitur     sumbang saran atau feed back buat Firefox.</div>
<p>&nbsp;</p>
<div><a href="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-36.jpg" target="_blank"><img src="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-36.jpg" border="0" alt="" width="400" height="239" /></a></div>
<div><a href="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-37.jpg" target="_blank"><img src="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-37.jpg" border="0" alt="" width="400" height="238" /></a></div>
<p>5.  Bila ingin mengunjungi sebuah situs, Anda dapat mengetikkan alamatnya  pada bar kosong dibagian    atas dan mengkliknya. Tampilan halaman web  lengkap layaknya pada PC tertampil penuh. Anda    dapat juga  menampilkannya menjadi lebih kecil atau lebih besar dengan memanfaatkan  fungsi    ‘zoom’.</p>
<div><a href="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-16-1.jpg" target="_blank"><img src="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-16-1.jpg" border="0" alt="" width="400" height="240" /></a></div>
<p>&nbsp;</p>
<div><a href="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-17.jpg" target="_blank"><img src="http://www.tabloidpulsa.co.id/plugins/content/imagesresizecache/c0f854255777270b17c96ef484e1b6ca.jpeg" border="0" alt="" width="400" height="238" /></a></div>
<p>6.  Bila kembali ke halaman utama, Anda dapat mengetikkan sebuah alamat  yang pernah Anda kunjungi    atau memanfaatkan fitur ‘your tabs from  last time’. Artinya browser menyimpan alamat halaman    yang pernah  dibuka dan menampilkannya dalam urutan waktu terkini hingga yang  terakhir.</p>
<div><a href="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-35.jpg" target="_blank"><img src="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-35.jpg" border="0" alt="" width="400" height="237" /></a></div>
<p>Dengan  mengklik pojok kiri atas, Anda dapat menampilkan catatan halaman yang  pernah dikunjungi    dalam format yang berbeda. Terdapat 3 opsi yang  dapat Anda pilih. Menampilkan semua halaman,    ataukah berdasarkan  bookmark yang pernah dibuat atau history dengan urutan waktu terkini.</p>
<div><a href="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-19.jpg" target="_blank"><img src="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-19.jpg" border="0" alt="" width="400" height="239" /></a></div>
<p>7.  Pada saat membuka sebuah halaman, Anda dapat menyimpan tampilan halaman  tersebut ke dalam    format pdf. File pdf yang disimpan tersebut dapat  dibuka menggunakan pdf reader atau aplikasi    sejenis. Yang menarik,  file pdf yang disimpan tidaklah hanya menampilkan yang tampak di  layar    tapi satu halaman penuh dari web tersebut. Saat uji coba,  halaman facebook yang disimpan    ketika dibuka menjadi 8 halaman pdf.</p>
<div><a href="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-39.jpg" target="_blank"><img src="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-39.jpg" border="0" alt="" width="400" height="239" /></a></p>
<div><a href="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-32.jpg" target="_blank"><img src="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-32.jpg" border="0" alt="" width="400" height="270" /></a></div>
</div>
<p>8.  Masih banyak fitur lain yang dapat dimanfaatkan. Misalnya, Anda dapat  mencari sebuah kata pada    sebuah halaman web yang tampil. Sharing  halaman tersebut pada beberapa situs jejaring sosial    atau menambahkan  sebuah search engine tertentu. Singkat kata, hampir semua fitur yang  terdapat    pada browser versi PC terdapat pada versi mobilenya. Bila  masih butuh bantuan dalam    penggunaan, pilih saja fitur helpnya.</p>
<div><a href="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-14-1.jpg" target="_blank"><img src="http://www.tabloidpulsa.co.id/plugins/content/imagesresizecache/4e5c2c70c0a468c1d27ac79dfbbf4610.jpeg" border="0" alt="" width="400" height="211" /></a></div>
<div><a href="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-25.jpg" target="_blank"><img src="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-25.jpg" border="0" alt="" width="400" height="232" /></a></div>
<p>Selamat Mencoba&#8230;..</p>
<p>sumber: tabloidpulsa.co.id</p>
<br />Filed under: <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/berita/'>BERITA</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/download/'>download</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/internet/'>internet</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/ponsel/'>ponsel</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/sains/'>sains</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a> Tagged: <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/android/'>android</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/browser/'>browser</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/fennect/'>fennect</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/firefox-mobile/'>firefox mobile</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/internet/'>internet</a>, <a href='http://naylat3.wordpress.com/tag/maemo/'>maemo</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naylat3.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naylat3.wordpress.com/1227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naylat3.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naylat3.wordpress.com/1227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/naylat3.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/naylat3.wordpress.com/1227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/naylat3.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/naylat3.wordpress.com/1227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naylat3.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naylat3.wordpress.com/1227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naylat3.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naylat3.wordpress.com/1227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naylat3.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naylat3.wordpress.com/1227/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naylat3.wordpress.com&amp;blog=7414240&amp;post=1227&amp;subd=naylat3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naylat3.wordpress.com/2011/03/31/asyiknya-firefox-versi-mobile/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">naylat3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://naylat3.files.wordpress.com/2011/03/firefoxmobile1.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">firefoxmobile</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-01.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-34.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-38.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-31.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-36.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-37.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-16-1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tabloidpulsa.co.id/plugins/content/imagesresizecache/c0f854255777270b17c96ef484e1b6ca.jpeg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-35.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-19.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-39.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-32.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tabloidpulsa.co.id/plugins/content/imagesresizecache/4e5c2c70c0a468c1d27ac79dfbbf4610.jpeg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tabloidpulsa.co.id/images/stories/Tips_mozilla/fire-25.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
