Beranda > as-sunnah, islam, Uncategorized > Saling bermaafan menjelang Ramadhan, Adakah tuntunannya?

Saling bermaafan menjelang Ramadhan, Adakah tuntunannya?

24 Juli 2011

Pertanyaan:

Ana dpt sms spt ini “Pada akhir khotbah Jumat terakhir bulan Sya’ban Rasululloh mengucapkan amin..amin..amin..Selesai sholat sahabat bertanya mengapa Rasul mengucap amin sampai 3 kali. Nabi menjawab, Aku mengamini doa Jibril kepada Alloh :

1. Ya Alloh abaikanlah pahala puasa umat Muhammad apabila menjelang Ramadhan mereka tidak mohon maaf terlebih dahulu kepada ke 2 orangtuanya

2. Ya Alloh abaikanlah pahala puasa umat Muhammad apabila menjelang Ramadhan mereka tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami istri

3. Ya Alloh abaikanlah pahala puasa umat Muhammad apabila menjelang Ramadhan mereka tidak saling bermaafan terlebih dahulu dengan orang lain di sekitarnya.Marhaban Ya Ramadhan,dari lubuk hati yang paling dalam mengucapkan mohon maaf lahir&batin….”

Yang ana tanyakan apa benar isi sms di atas? apakah slg meminta maaf sblm Ramadhan ada tuntunannya dlm syariat?

Jazakumullohu khoiron.

Jawaban:

Hadits yang menyebutkan tentang doa Jibril dengan lafazh tersebut tidak ditemukan dalam kitab-kitab hadits, sehingga orang yang menyebutkan haidts tersebut tidak ada yang bisa menyebutkan dari riwayat siapa. kalaupun ada yang menyebutkan, ternyata setelah dirujuk lafazhnya jauh berbeda yaitu:

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam naik mimbar kemudian bersabda: ‘Amin, Amin, Amin’. Para sahabat bertanya: “Mengapa anda berkata demikian, wahai Rasulullah?” Kemudian beliau bersabda, “Baru saja Jibril berkata kepadaku: ‘Celakalah seorang hamba yang melewati Ramadhan tetapi tidak mendapatkan ampunan’, maka kukatakan, ‘Amin’, kemudian Jibril berkata lagi, ‘Celakalah seorang hamba yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya masih hidup, namun tidak bisa membuatnya masuk Jannah (karena tidak mau berbakti kepada orang tuanya)’, maka aku berkata: ‘Amin’. Kemudian Jibril berkata lagi. ‘Celakalah seorang hamba yang tidak bershalawat kepadaku ketika namaku disebut’, maka kukatakan, ‘Amin”.”

Dari sini -wallahu a’lam-, mengkhususkan bermaafan menjelang Ramadhan tidak ada tuntunannya, adapun bermaafan itu hendaknya dilakukan di setiap waktu dan tempat, tidak dikhususkan pada waktu dan tempat tertentu.

SUMBER: http://www.assalafy.org

About these ads
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: